Dugaan Pungli Program JUT di Pandeglang, Oknum Disinyalir Ngaku Konsultan
BantenEkpose.com - Pungutan liar (Pungli) diduga terjadi di program Jalan Usaha Tani (JUT) di Wilayah Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang. Oknum yang melakukan praktik tersebut disinyalir mengatasnamakan sebagai konsultan program, Selasa (3/8/2021).
Sekretaris DPP Perkumpulan Besar Solidaritas Rakyat (PBSR) Hadi Isron mengatakan, dalam pelaksanaan program JUT harus dilakukan pengawasan maksimal, baik dari kalangan masyarakat atau stakeholder lainnya. Hal ini agar pelaksanaan program tersebut berjalan dengan baik.
Pada prinsipnya, Hadi berpendapat, dalam menggelontorkan anggaran untuk program JUT, Pemerintah Kabupaten Pandeglang memiliki tujuan untuk mensejahterakan para petani.
Salah satunya dengan meningkatkan perekonomian petani. Namun disayangkan, pada pelaksanaannya masih ditemukannya oknum yang melakukan praktik tidak baik dalam program tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengeluarkan anggaran untuk Program JUT itu untuk mencapai kesejahteraan para petani, tapi sayangnya masih ada aja oknum yang melakukan korting pada program itu," Ujar Hadi saat ditemui di kediamannya, di Wilayah Kecamatan Angsana.
Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, karena pada proses pengerjaan JUT diswakelolakan kepada Kelompok Tani (Poktan) penerima bantuan, maka tidak ada namanya konsultan pembangunan.
Namun dari berita yang beredar, pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum konsultan itu, pada tahap pertama besarannya sekitar Rp 2 juta per-Poktan.
"Saya mendesak kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang untuk melakukan cek and ricek terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok tani (poktan), terutama di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang," ucapnya.
Meski sebelumya sudah ada berita bantahan bahwa tidak ada praktik Pungli, Hadi menilai, dalam kasus ini terkesan ada keganjilan. Sebab jika ditelaah lebih dalam, pemberitaan pertama hanya mengendus adanya pungli yang dilakukan oleh oknum berinisial 'I'.
Kata Hadi, oknum tersebut merupakan orang yang menjual jasa sebagai konsultan pada program JUT. Namun, setelah muncul pemberitaan di salah satu media online, ada yang menegaskan tidak terjadi pungli dan merasa keberatan atas berita yang sedang beredar.
"Padahal kita ketahui bersama, diberita pertama tidak menyebutkan nama yang bersangkutan sebagai aktor pungli JUT tersebut, tapi di media lain, dia membuat statmen bantahan dan merasa keberatan, kan aneh," papar Hadi. (Yockhie)
