Alamak... Beras Medium untuk Bantuan PPKM di Baksel, Kuning Bercampur Kutu
0 menit baca
BantenEkspose.com - Kualitas beras bantuan PPKM untuk keluarga penerima manpaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lebak begian selatan (Baksel), kuning dan ada yang bercampur kutu.
Seperti dikutip dari LineNews.id, sampel beras dari Bulog dengan kualitas medium itu, ditemukan dibeberapa desa di Baksel. Kendati demikian, meski beras dalam kualitas tidak baik, para KPM tetap menerima. Hal ini dikarenakan, perekonomian warga terdampak pandemi Covid-19.
"Kualitasnya emang jelek pak, tapi ya kami terima saja, namanya juga dikasih. Apalagi sekarang, lagi sulit ekonomi pak," ujar seorang penerima bantuan asal Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, yang tidak menyebutkan namanaya saat mengambil beras di Kantor Desa, Senin (02/08/21).
Terpisah, hal senada juga disampaikan Aan Aryadi, salah satu KPM penerima bantuan beras PPKM di Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping. Dia membenarkan bahwa dirinya mendapatkan bantuan beras PPKM berkualitas buruk.
Menurut Aan, bantuan yang didapatnya pada Minggu 1 Agustus 2021 itu, dapat dipastikan seluruh warga penerima manfaat di desanya itu, juga mendapatkan bantuan beras kualitasnya sama.
"Masing-masing KPM dapatnya 10 kilogram. Tulisan di karungnya beras medium, tapi warna berasnya buram dan campur dengan beras yang sudah berwarna kuning," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kades Wanasalam Diki Butriandi mengaku, mengenai kualitas beras tersebut, pihaknya tidak mengetahui dan hanya membantu menyalurkan saja.
"Untuk penyaluran beras PPKM kita sudah sejak hari Jum'at kemarin, kalau terkait kualitasnya bukan kewenangan kami atau desa. MoU-nya itu antara Bulog sebagai pengadaan dan PT Pos sebagai penyalur. Adapun dibagikan di desa, kita sifatnya hanya membantu," jelasnya.
Terpisah, salah seorang pegiat sosial di Lebak, Uce Saepudin mengungkapkan, dirinya menyayangkan tidak baiknya kualitas beras bantuan di saat pandemi Covid-19 ini.
Menurutnya, sungguh pun sifatnya bantuan, akan tetapi kualitas barangnya tetap harus diperhatikan agar berkualitas.
"Kita sangat menyayangkan, itu kan jenis medium. Kalau dilihat itu warna kuning dan banyak yang berkutu. Ini BST alur penyalurannya dari Bulog ke kantor Pos," ucapnya
"Kasihan penerima manfaat, mereka memang tak terlalu protes karena sedang butuh. Tolong jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan dibalik kondisi sedang pandemi gini, kasihan masyarakat kecil," imbuh Uce.
Diketahui, selama penerapan PPKM leveling, Kementerian Sosial RI memberikan bantuan tambahan berupa beras medium bagi para KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan KPM BST. Dalam penyaluran bantuan ini, Kementerian Sosial bermitra dengan Bulog.
Untuk di Kabupaten Lebak, Bulog Sub-drive Pandeglang - Lebak menyalurkan sebanyak 2.200 ton beras. Rinciannya, untuk KPM BST 700 Ton dan untuk KPM PKH 1.500 Ton. Masing-masing KPM rata mendapatkan 10 kilogram beras.
Hingga berita ini ditulis, pihak Bulog Sub-drive Pandeglang-Lebak belum dapat dihubungi klarifikasi beras bantuan jenis medium untuk BST tersebut. (LN/red)
