Antisipasi Bencana, Relawan di Bayah Bentuk Posko Gabungan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Tujuh organisasi kemanusiaan di Wilayah Lebak selatan bergabung membentuk Posko Gabungan Relawan khusus di daerah Kiara Payung, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Minggu (13/12/2020).
Posko yang diinisiasi oleh seorang pria yang biasa disapa Abah Lala itu untuk mengantisipasi jika terjadi bencana di musim penghujan.
"Urusan kebencanaan adalah urusan bersama. Terlebih untuk Lebak Selatan yang berada jauh dari pusat Kabupaten maupun Provinsi. Maka diperlukan inisiatif berbasis komunitas untuk turut menyingsingkan lengan baju membantu masyarakat," ucap Abah Lala dalam apel gabungan di Kiara Payung.
Lanjutnya, dalam pembentukan posko ini, ada sekitar tujuh elemen organisasi yang bergabung, yaitu Gugus Mitigasi Lebak Selatan, RAPI Lokal Lebak Selaran, Pos SAR Madur, PMI, PMR, Pramuka, dan perwakilan dari Kampung Siaga Bencana.
Abah mengaku, pihaknya tidak menutup kesempatan bagi organisasi yang lain jika ingin bergabung, karena posko ini terbuka bagi siapapun yang tergerak hatinya untuk membantu sesama. Meskipun operasional posko masih dibiayai secara swadaya, namun dengan dukungan peralatan yang dibantu oleh BPBD Provinsi Banten, posko ini sudah berfungsi secara taktis.
"Silahkan, pintu terbuka lebar dan beban operasional kami akan menjadi lebih ringan tentunya," ucapnya.
Sementara perwakilan dari Pos SAR Madur, Jon Dudu menuturkan, kegiatan yang akan dilakukan oleh para relawan di posko gabungan diantaranya seperti mengatur jadwal piket harian, berdiskusi, dan berlatih menangani kebencanaan.
"Secara taktis akan bergerak ke lokasi bencana yang menimbulkan dampak besar untuk melakukan assesment, dan tindakan sementara sampai tim dari Kabupaten maupun Provinsi datang," katanya.
Senada, perwakilan dari PMI di Kecamatan Panggarangan, Lid menambahkan bahwa yang terpenting dari kegiatan ini adalah munculnya sense of awareness dari masyarakat, diseminasi pentingnya mitigasi, dan menumbuhkan semangat kerelawanan pada anak muda.
"Terpenting melatih kemampuan self-help (menolong diri sendiri) dalam skenario bencana yang terburuk," pungkasnya.(Odil)
