Dinilai Tak Berkualitas, Pegiat Anti Korupsi Minta Pembangunan Irigasi P3TGAI Desa Cilograng Dievaluasi
0 menit baca
BantenEkspose.com - Pegiat anti korupsi Deden Haditia, meminta Pengelola Operasi dan Pemeliharaan (OP) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3), melakukan evaluasi terhadap dugaan pengurangan mutu (kualitas) pembangunan irigasi di Desa Cilograng Kecamatan Cilograng
"kami menduga ada pengurangan kualitas dan meminta keterangan pihak pengelola Program Balai OP BBWSC3, untuk melalukan uji petik dan pengujian mutu fisik pembangunan," kata Deden, Jum'at (09/10/2012)
Deden meminta, pihak BBWSC3 tidak gegabah dalam proses Provisional Hand Over (PHO). Karena tidak hanya pengujian kuantitas atau volume saja, akan tetapi kualitas fisik harus menjadi acuan penting dalam proses PHO.
"Sejauh ini yang kita ketahui, temuan di lapangan kualitas adukan ini terlihat rapuh dan mudah mengelupas. Penyebabnya, diduga material dasar yang digunakan yaitu pasir lokal dan tidak memenuhi standar keteknisan. Bisa jadi, rapuhnya adukan disumbang oleh kurangnya kualitas pasir dan portland semen yang digunakan dalam komposisi pengadukan, dan hasilnya seperti yang terlihat di lapangan," imbuh Deden.
Sebetulnya, lanjut Deden, pengujian mutu adukan ini tidak harus menggunakan alat mutakhir. Dengan kasat mata saja, bisa dibandingkan adukan yang kokoh dan adukan yang rapuh. Terlebih, dalam dunia kontruksi adan SNI 03-6882-2002
Deden juga mengatakan,pihaknya ingin mengetahui sistem pengawasan dan evaluasi pihak Balai OP BBWSC3 untuk melakukan pengawasan serius kaitan mutu pembangunan. Bila tidak ada langkah konkrit dan nyata dari pihak pengawas, artinya komitmen langkah pencegahan korupsi ini terkesan buruk dan jika terjadi prilaku koruptif.
"Maka langkah penindakan yang harus di lakukah APH baik dari unsur Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Kepolisian dan Kejaksaan sebagai alat pencegahan dan penindakan anti rasuah, yang harus ada di tengah-tengah penyelenggaraan pembangunan yang menggunakan uang negara," ungkap Deden.
Sementara itu dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp, Henhen selaku Konsultan P3-TGAI tidak memberikan jawaban. (odil)
