NEWS

Mahasiswa Bojonegara-Puloampel, Pertanyakan Dana BLT dan CSR

Bantenekpose.com - Ditengah pandemi covid-19 yang belum berakhir, berbagai media memberitakan bantuan-bantuan untuk mengcover kebutuhan masyarakat kecil. Sebut saja bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) bank BJB berupa kucuran beras, melalui lembaga politik, organisasi pemuda hingga ormas. Selain itu, ada juga program yang melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Ditengah guyuran bantuan-bantuan tersebut, ternyata masih saja ada warga yang membutuhkan, yang belum tersentuh bantuan. Entah itu beras CSR Bank BJB, BLT maupun bantuan lainnya.

Itu pula yang ditemukan kalangan mahasiswa Kecamatan Bojonegara dan Puloampel, yang terhimpun dalam  Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (IKMBP).

Dikutip dari SabdaNews.id, Ketua Umum PP IKMBP menyebut Abdurrahman dan istrinya, yang sudah menapaki usia senja, hingga mereka datang memberikan bantuan, belum pernah tersentuh program pemerintah maupun bantuan dari kepedulian perusahaan CSR, yang sudah terlembaga di Provinsi Banten

"Kami, pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (PP-IKMBP) sambangi kakek Abdur Rohman (72) dan istrinya di RT 02/01 Kp. Pengrango, Desa Lambangsari, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang untuk memberikan bantuan berupa sembako," kata Ari Ketua Umum PP IKMBP, Senin (29/06/2020)

Dipaparkan Ari, Pengurus PP IKMBP mendatangi kediaman kakek Abdur Rahman dan istrinya, untuk melihat langsung dan  memberikan bantuan.

"Di usia senja tidak kuat lagi bekerja, mulai sakit-sakitan dan sering berobat jalan. Sang kakek tidak mendapat bantuan dari pihak pemerintah desa, baik Bansos dari pemerintah pusat, bansos dari kabupaten yang sudah dua kali turun, BLT dari desa hingga CSR yang ramai-ramai dibagikan organisasi," ujarnya.

Kamu juga heran, lanjut Ari, sampai ada Kakek lanjut usia yang kondisinya sudah tidak bekerja, lama menderita sakit, namun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Bupati yang tak pernah menapakkan kakinya Ke Bojonegara kalau tidak ada kegiatan yang sangat urgent. Apalagi harus berkeliling kampung untuk memantau kondisi warganya," imbuh Ari

Ari juga menyayangkan hal tersebut, padahal selain dana bantuan pemerintah, persoalan ini bisa dicover dari dana-dana CSR, baik yang dikelola langsung perusahaan maupun yang dikelola lembaga CSR, yang kemarin banyak diberitakan disalurkan oleh organisasi dan para politisi.

"Di Desa Lambangsari, Kecamatan Bojonegara banyak sekali perusahaan. Namun kemanakah CSR itu dilarikan, jangan sampai digunakan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok semata,” tandasnya. (red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar