Gaji Dikurangi, Karyawan Outsouring Lakukan Aksi
0 menit baca
BantenEkspose.com – Gegara
pengurangan gaji, sejumlah karyawan outsourcing dari berbagai divisi yang
bekerja di Pelabuhan Merak, melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk
yang dipasang di bawah flyover.
Suwarno salah seorang petugas keamanan mengaku tidak terima
dengan adanya kebijakan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)
Indonesia Ferry Cabang Utama Merak yang memotong upah para pegawai itu.
“Ini adalah penghilangan uang kehadiran semua divisi, namun
tidak sama rata,” kata Suwarno, Selasa (2/5/2020).
Menurut Suwarno, lima divisi karyawan yang terdiri atas
security hingga petugas tiket mengalami pemotongan upah yang berbeda-beda,
nominalnya mulai dari Rp150 ribu hingga Rp 550 ribu per orang.
“Untuk tenaga outsourcing saat ini ada 700 lebih, semuanya
terkena dampaknya,” katanya.
Sementara, Agus Setiono dari Divisi Security mengatakan akan
ada pemecatan dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, kepada ratusan
karyawan outsourcing dengan dalih untuk efisiensi setelah melakukan mediasi
bersama manajemen.
“Tadi hasilnya dari ASDP akan mengkaji masalah yang
penghilangan uang makan dan rencana pengurangan karyawan juga,” terang Agus.
Selain itu Agus mengungkapkan, hak uang THR yang biasanya
diterima penuh sebulan gaji oleh karyawan kini dipotong menjadi 50 persen atau
setengahnya dari gaji. Hal itu juga sama dengan tahun sebelumnya dengan alasan
kontrak kerja dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak.
“Kita nerima separuh saja dari ketentuan yang berlaku.
Artinya 50 persen dari aturan pemerintah yang mengeluarkan bahwa satu kali THR
itu atau satu kali basic atau satu bulan gaji. Yang didapat 2 juta seharusnya 4
juta lebih,” imbuhnya. (bN/red)
