Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Warga di Desa Panggarangan Ambrol
0 menit baca
Bantenekspose.com - Akibat hujan deras dan angin kencang, rumah milik Mustopa (62) tahun, atap rumah bagian ruang tamu roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Diceritakan oleh Mustopa (pemilik rumah) Kampung Naga Jaya Rt 02/04 Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan, kejadian terjadi sekitar pukul 1, Sabtu (30/05/2020). Saat itu, ia dan keluarganya sedang tidur. Sementara, dinihari tersebut hujan deras disertai angin kencang, diperkirakan lebih dua jam melanda Desa Panggarangan. Beruntung bagian kamar tempat ia dan istrinya tidur tidak ikut roboh. Sehingga tidak ada korban jiwa.
Akibat kejadian ini, atap rumah yang ambrol menimpa perabotan rumah tangga lainnya seperti, meja, kursi, lemari, televisi. Selain itu, dinding rumah yang terbuat dari tembok juga retak dan hampir roboh, sehingga rumah bagian depan tidak bisa dihuni kembali dan diperkirakan kerugian sekitar Rp 50 juta.
"Saya kaget, tiba-tiba bagian depan rumah saya ambruk," ujar Mustopa.
Tak Mampu Perbaiki
Saat ini, Mustopa dan istrinya hanya bisa pasrah menerima takdir, ia mengaku tidak bisa memperbaiki rumah yang ambruk, karena tidak punya biaya.
"Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja susah pa," kata Mustopa.
Kini, Mustopa dan Istrinya tinggal di bagian belakang rumah yang tidak mengalami kerusakan. Namun ia khawatir jika tidak segera diperbaiki, puing bangunan bagian depan akan roboh dan menimpa bagian belakang.
Buharta, S.Pd, Kepala Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan membenarkan, bahwa rumah salah satu warganya roboh akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Awalnya, Buharta mendapat kabar dari Ketua Rukun Tetangga setempat. Pihaknya, langsung melihat ke lokasi dan benar saja bagian atap ruang tamu rumah Mustopa ambrol.
Atas kejadian ini, pihaknya mengaku sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan BPBD Propinsi, serta ke Dinas Sosial Kabupaten Lebak.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, ada bantuan perbaikan rumah baik dari Penkab Lebak maupun Pemprov Banten," ujar Buharta. (Odil)
Diceritakan oleh Mustopa (pemilik rumah) Kampung Naga Jaya Rt 02/04 Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan, kejadian terjadi sekitar pukul 1, Sabtu (30/05/2020). Saat itu, ia dan keluarganya sedang tidur. Sementara, dinihari tersebut hujan deras disertai angin kencang, diperkirakan lebih dua jam melanda Desa Panggarangan. Beruntung bagian kamar tempat ia dan istrinya tidur tidak ikut roboh. Sehingga tidak ada korban jiwa.
Akibat kejadian ini, atap rumah yang ambrol menimpa perabotan rumah tangga lainnya seperti, meja, kursi, lemari, televisi. Selain itu, dinding rumah yang terbuat dari tembok juga retak dan hampir roboh, sehingga rumah bagian depan tidak bisa dihuni kembali dan diperkirakan kerugian sekitar Rp 50 juta.
"Saya kaget, tiba-tiba bagian depan rumah saya ambruk," ujar Mustopa.
Saat ini, Mustopa dan istrinya hanya bisa pasrah menerima takdir, ia mengaku tidak bisa memperbaiki rumah yang ambruk, karena tidak punya biaya.
"Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja susah pa," kata Mustopa.
Kini, Mustopa dan Istrinya tinggal di bagian belakang rumah yang tidak mengalami kerusakan. Namun ia khawatir jika tidak segera diperbaiki, puing bangunan bagian depan akan roboh dan menimpa bagian belakang.
Buharta, S.Pd, Kepala Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan membenarkan, bahwa rumah salah satu warganya roboh akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Awalnya, Buharta mendapat kabar dari Ketua Rukun Tetangga setempat. Pihaknya, langsung melihat ke lokasi dan benar saja bagian atap ruang tamu rumah Mustopa ambrol.
Atas kejadian ini, pihaknya mengaku sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan BPBD Propinsi, serta ke Dinas Sosial Kabupaten Lebak.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, ada bantuan perbaikan rumah baik dari Penkab Lebak maupun Pemprov Banten," ujar Buharta. (Odil)

