Disperindag Lebak Gelar Pasar Murah di 28 Kecamatan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Banten, menggelar pasar murah di 28 kecamatan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat menjelang Ramadhan 1441 H.
"Sejauh ini, pelaksanaan pasar murah tingkat yang sudah digelar di sejumlah kecamatan berjalan lancar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Dedi Rahmat di Lebak, Rabu (22/4/2020)
Dikatakan Dedi, Pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah guna mengendalikan tingkat inflasi, karena khawatir pada Ramadhan berbagai bahan pokok mengalami kenaikan.
Menurutnya, konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan dipastikan meningkat, sehingga bisa memicu terjadi kenaikan harga di pasaran. Meski, persediaan bahan pokok itu di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak surplus dan melimpah.
"Kami yakin kenaikan itu murni akibat hukum ekonomi jika permintaan pasar meningkat dipastikan terjadi kenaikan harga. Namun,sebaliknya jika permintaan kecil dipastikan harga murah dibawah harga pasar," kata Dedi.
Sementara Kabid Distribusi Agus Teja, mengatakan bahwa pasar murah di 28 kecamatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, hingga hari ini sudah berlangsung di delapan kecamatan. "Kami berharap melalui pasar murah, dapat menstabilkan harga di pasaran dan memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah dan terjangkau," katanya. (dodo)
"Sejauh ini, pelaksanaan pasar murah tingkat yang sudah digelar di sejumlah kecamatan berjalan lancar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Dedi Rahmat di Lebak, Rabu (22/4/2020)
Dikatakan Dedi, Pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah guna mengendalikan tingkat inflasi, karena khawatir pada Ramadhan berbagai bahan pokok mengalami kenaikan.
Menurutnya, konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan dipastikan meningkat, sehingga bisa memicu terjadi kenaikan harga di pasaran. Meski, persediaan bahan pokok itu di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak surplus dan melimpah.
"Kami yakin kenaikan itu murni akibat hukum ekonomi jika permintaan pasar meningkat dipastikan terjadi kenaikan harga. Namun,sebaliknya jika permintaan kecil dipastikan harga murah dibawah harga pasar," kata Dedi.
Sementara Kabid Distribusi Agus Teja, mengatakan bahwa pasar murah di 28 kecamatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, hingga hari ini sudah berlangsung di delapan kecamatan. "Kami berharap melalui pasar murah, dapat menstabilkan harga di pasaran dan memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah dan terjangkau," katanya. (dodo)
