Pastikan Yankes, Syafrudin Tinjau Pelayanan Puskesmas Kilasah
0 menit baca
Bantenekspose.com Memastikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Serang memiliki pelayanan yang baik, Walikota Serang Syafrudin meninjau Puskesmas Kilasah, di Kecamatan Kasemen, Selasa (11/2/2020).
Syafrudin mengatakan, kedatangannya itu merupakan inisiatif dirinya sendiri. Sebab, dirinya ingin memastikan pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat sudah layak. Ia pun mengaku, akan meninjau Puskesmas lainnya.
"Alhamdulillah mulai dari SDM dan fasilitas kesehatan di Puskesmas ini (Kilasah) sudah lengkap," katanya.
Ia menuturkan, di Puskesmas tersebut ada beberpa fasilita kesehatan yang sudah tersedia, diantaranya ruang rawat inap, layanan bersalin selama 24 jam, laboratorium, spesialais gigi, dan klinik gizi.
"Tidak ada keluhan-keluhan dari masyarakat disini terkait pelayanan Puskesmas Kilasah," ungkapnya.
Lanjut Syafrudin, untuk persoalan gizi buruk di wilayah Puskesmas Kilasah mengalami penurunan, sebab dari 2019 jumlahnya sembilan orang, saat ini menjadi enam orang.
Sementara Kepala Puskesmas Kilasah, Teti Mulyati mengatakan, mengenai persoalan gizi buruk hanya ada dua orang yang murni mengidap penyakit tersebut, sebab yang emat lagi dikarenakan mengalami penyakit penyerta.
"Jadi karena disebabkan penyakit penyertanya itu, anak mengalami penyakit gizi buruk," ungkapnya.
Lanjut dia, adapun untuk pelayanan gizi buruk, di Puskesmas Kilasah telah ada klinik gizi. Kelinik tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten sejak 2016.
"Tetapi ada pasien yang sudah diintervensi dokter spesialis anak, sehingga perawatan dialihkan ke RSUD. Pihaknya hanya melakukan pemantauan, dan pemberian makanan tambahan," katanya. (SC)
Syafrudin mengatakan, kedatangannya itu merupakan inisiatif dirinya sendiri. Sebab, dirinya ingin memastikan pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat sudah layak. Ia pun mengaku, akan meninjau Puskesmas lainnya.
"Alhamdulillah mulai dari SDM dan fasilitas kesehatan di Puskesmas ini (Kilasah) sudah lengkap," katanya.
Ia menuturkan, di Puskesmas tersebut ada beberpa fasilita kesehatan yang sudah tersedia, diantaranya ruang rawat inap, layanan bersalin selama 24 jam, laboratorium, spesialais gigi, dan klinik gizi.
"Tidak ada keluhan-keluhan dari masyarakat disini terkait pelayanan Puskesmas Kilasah," ungkapnya.
Lanjut Syafrudin, untuk persoalan gizi buruk di wilayah Puskesmas Kilasah mengalami penurunan, sebab dari 2019 jumlahnya sembilan orang, saat ini menjadi enam orang.
Sementara Kepala Puskesmas Kilasah, Teti Mulyati mengatakan, mengenai persoalan gizi buruk hanya ada dua orang yang murni mengidap penyakit tersebut, sebab yang emat lagi dikarenakan mengalami penyakit penyerta.
"Jadi karena disebabkan penyakit penyertanya itu, anak mengalami penyakit gizi buruk," ungkapnya.
Lanjut dia, adapun untuk pelayanan gizi buruk, di Puskesmas Kilasah telah ada klinik gizi. Kelinik tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten sejak 2016.
"Tetapi ada pasien yang sudah diintervensi dokter spesialis anak, sehingga perawatan dialihkan ke RSUD. Pihaknya hanya melakukan pemantauan, dan pemberian makanan tambahan," katanya. (SC)
