Home Industri Tahu, Kebanjiran Order Dari Program Sembako
0 menit baca
Bahkan, Raheli sempat merasa kewalahan dengan permintaan dari CV. Astan Coebloek Jaya, untuk memenuhi kebutuhan e-waroong penyalur program sembako. Diketahui CV tersebut menyuplay barang mulai dari bulan Januari 2020 berupa Beras, telor, dan kacang ijo. sedangkan pada pagu Februari menyuplay beras, ayam, tempe dan tahu.
Raheli selaku pengusaha tahu mengatakan, terkait adanya orderan yang cukup banyak jumlahnya itu, diperkirakan akan sangat membantu menumbuhkan ekonomi lokal. Sebab, dirinya merupakan salah satu dari sekian pengusaha lokal yang dapat terbantu usahanya dengan program sembako.
"Saya mendapat orderan tahu dari CV. Astan lumayan banyak. Orderan tetap saya terima, namun untuk memenuhi target. Saya juga bekerjasama dengan 4 perusahan tahu lainya. Saya mengambil hasil produksinya dengan perusahan tahu yang ada di Desa Muara, Desa Wanasalam Kecamatan Wanasalam dan 2 tempat lagi dari Desa Bolang Kecamatan Malingping," ucapnya kepada Bantenekspose.com, Jum'at (21/02/2020).
Dengan terbantunya penjualan tahu, Raheli mengaku senang. Sebab, dengan adanya orderan yang begitu banyak, dapat menambah keuntungan baginya. Sehingga dapat memberikan tambah penghasilan kepada rekan bisnis dan juga bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"Saya merasa senang dapat saling berbagi keuntungan dengan rekan bisnis saya, selain itu saya juga bisa menambah karyawan, saya bisa memperkerjakan tetangga sehingga mereka juga bisa mendapatkan penghasilan," katanya. Dia menambahkan.
"Alhamdulillah aja, dengan adanya program sembako ini. Kami dapat terbantu, dan bahkan masyarakat lainnya pun menambah perekonomian untuk kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Raheli berharap, di kecamatan lain selain di dapil IV, dapat melakukan hal yang sama. Seperti di dapil V yakni di Kecamatan Malingping, Wanasalam Cijaku dan Cigemblong. Bisa bekerjasama dengan perusahaan milik masyarakat lokal. Karena, semakin banyak yang membutuhkan tempe dan tahu untuk kegiatan Program sembako, semakin bagus untuk kemajuan ekonomi kerakyatan.
"Semakin banyak pula orderan buat kami, secara otomatis usaha mikro dan kecil khususunya pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Lebak dapat terbantu," katanya.
Terpisah, Rudi Kurniawan, selaku bagian pemasaran dari CV. Astan Coebloek Jaya membenarkan, bahwa pihaknya sebagai suplier yang memenuhi kebutuhan warung sembako yang ada di Kecamatan Cihara, Panggarangan, Bayah, Cilograng dan Kecamatan Cibeber.
"Kami menyuplay barang kepada warung Sembako yang ada di dapil 4 Lebak selatan, namun belum semua agen e-waroong kami kirim komoditi tahu dan tempe, karena CV. Astan harus menyesuaikan dengan permintaan keluarga manfaat (KPM) yang sudah disepakatai dengan agen e-waroong," ungkapnya. (SC)

