Tingkatkan SDM dan Pemerataan Pendidikan Tinggi, UNPAM Lebarkan Sayap di Kota Serang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Universitas Pamulang (UNPAM) bakal hadir di Ibukota Provinsi Banten. Kehadiran universitas ini dalam upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemerataan pendidikan tinggi, dengan pembiayaan pendidikan yang sangat terjangkau sekali.
Hal ini disampaikan oleh H. Darsono Ketua Yayasan Sasmita Jaya Grup, selaku Pengelola dari Universitas Pamulang didampingi Walikota Serang, seusai melakukan peresmian peletakan batu pertama Pembangunan kampus ini, yang terletak di Kecamatan Walantaka, tepatnya di Jalan Serang - Jakarta, Kampung Limandang Kelurahan Kalodran, persis di seberang Perumahan Puri Anggrek, Senin (20/01) siang.
"Gedung ini akan dibangun 12 gedung, dengan masing-masing gedung memiliki 10 lantai, dan dapat menampung mahasiswa sampai 200 ribu dari berbagai lapisan lapisan masyarakat", ungkapnya.
Adapun dengan biaya pendidikan di kampus Unpam ini, kata Darsono, sangat terjangkau sekali, bahkan untuk penyandang Disabilitas digratiskan.
"Biayanya hanya 150rb perbulan, jadi satu semester itu 900rb dan ini tidak pake uang gedung, karena biasanya yang jadi hambatan uang masuknya itu yang berjuta juta," katanya.
Kalau kita atau saudara penyandang Disabilitas, lanjut Darsono, yang telah memiliki Ijazah SLTA, silahkan daftar dari sekarang ke Unpam di Pamulang Tangsel, semuanya gratis.
"Bahkan semua peralatan yang diperlukan kita berikan semua sampai lulus," ujarnya
Darsono mengatakan, keberadaan Unpam bukan hanya menawarkan kesempatan pendidikan tinggi yang terjangkau, akan tetapi memberikan ruang lapangan pekerjaan dan usaha di sekitar kampus ini.
"Adanya kehadiran kita disini, selain pendidikan terjangkau, mudah mudahan memberikan lapangan pekerjaan dan usaha baru," jelasnya.
Selain itu, Darsono juga menyatakan, bahwa tingkat pendidikan tinggi masyarakat di Kota Serang yakni sebesar 12 persen, jauh dari rata-rata nasional sebanyak 34 persen.
"Sekarang di Kota serang itu yg mencapai perguruan tinggi itu dibawah rata rata nasional, yang kuliah sudah mencapai 34 persen. Kalau di Serang masih 12 persen ini jauh sekali," ucapnya.
Hal itu diyakini Darsono, untuk Kota Serang ini dilihat dari karakter pendidikannya atau dari sisi SDM nya, belum sehebat dengan Kota atau Kabupaten lainnya terutama Tangerang. Bahkan kemampuan Kota Serang dari sisi ekonomi memang masih jauh, sehingga masyarakat Kota Serang juga akan meningkatkan pendidikannya itu sulit, kebanyakan lulusan SLTA itu langsung mencari lowongan pekerjaan.
"Masalahnya itu karena keterbatasan terutama ekonomi, karena setelah lulus SLTA kebanyakannya langsung cari kerja," bebernya.
Target dari pengoperasionalan pembangunan gedung Unpam di tahun ini, lanjut Darsono, apabila sudah berdiri 3 sampai 4 lantai, akan dibuka penerimaan mahasiswa, tapi harus melalui tahapan sosialisasi.
"Target operasi kampus sendiri kalau memungkinkan tahun depan kalau udah ada 3 sampai 4 lantai, karena kan ga sekaligus menerima banyak pasti melalui tahapan sosialisasi," paparnya.
Unpam Kota Serang ini, sambungnya, terdiri 6 Fakultas dan 17 Program Studi 17, serta Fakultas Kesehatan ada 25 studi.
"Enam fakultas ini meliputi ekonomi, tehnik, sastra, hukum, mipa dan fkip, dengan prodi sebanyak 17. Sedangkan Kesehatan sebanyak 25 prodi," tandasnya. (uc)
Hal ini disampaikan oleh H. Darsono Ketua Yayasan Sasmita Jaya Grup, selaku Pengelola dari Universitas Pamulang didampingi Walikota Serang, seusai melakukan peresmian peletakan batu pertama Pembangunan kampus ini, yang terletak di Kecamatan Walantaka, tepatnya di Jalan Serang - Jakarta, Kampung Limandang Kelurahan Kalodran, persis di seberang Perumahan Puri Anggrek, Senin (20/01) siang.
"Gedung ini akan dibangun 12 gedung, dengan masing-masing gedung memiliki 10 lantai, dan dapat menampung mahasiswa sampai 200 ribu dari berbagai lapisan lapisan masyarakat", ungkapnya.
Adapun dengan biaya pendidikan di kampus Unpam ini, kata Darsono, sangat terjangkau sekali, bahkan untuk penyandang Disabilitas digratiskan.
"Biayanya hanya 150rb perbulan, jadi satu semester itu 900rb dan ini tidak pake uang gedung, karena biasanya yang jadi hambatan uang masuknya itu yang berjuta juta," katanya.
Kalau kita atau saudara penyandang Disabilitas, lanjut Darsono, yang telah memiliki Ijazah SLTA, silahkan daftar dari sekarang ke Unpam di Pamulang Tangsel, semuanya gratis.
"Bahkan semua peralatan yang diperlukan kita berikan semua sampai lulus," ujarnya
Darsono mengatakan, keberadaan Unpam bukan hanya menawarkan kesempatan pendidikan tinggi yang terjangkau, akan tetapi memberikan ruang lapangan pekerjaan dan usaha di sekitar kampus ini.
"Adanya kehadiran kita disini, selain pendidikan terjangkau, mudah mudahan memberikan lapangan pekerjaan dan usaha baru," jelasnya.
Selain itu, Darsono juga menyatakan, bahwa tingkat pendidikan tinggi masyarakat di Kota Serang yakni sebesar 12 persen, jauh dari rata-rata nasional sebanyak 34 persen.
"Sekarang di Kota serang itu yg mencapai perguruan tinggi itu dibawah rata rata nasional, yang kuliah sudah mencapai 34 persen. Kalau di Serang masih 12 persen ini jauh sekali," ucapnya.
Hal itu diyakini Darsono, untuk Kota Serang ini dilihat dari karakter pendidikannya atau dari sisi SDM nya, belum sehebat dengan Kota atau Kabupaten lainnya terutama Tangerang. Bahkan kemampuan Kota Serang dari sisi ekonomi memang masih jauh, sehingga masyarakat Kota Serang juga akan meningkatkan pendidikannya itu sulit, kebanyakan lulusan SLTA itu langsung mencari lowongan pekerjaan.
"Masalahnya itu karena keterbatasan terutama ekonomi, karena setelah lulus SLTA kebanyakannya langsung cari kerja," bebernya.
Target dari pengoperasionalan pembangunan gedung Unpam di tahun ini, lanjut Darsono, apabila sudah berdiri 3 sampai 4 lantai, akan dibuka penerimaan mahasiswa, tapi harus melalui tahapan sosialisasi.
"Target operasi kampus sendiri kalau memungkinkan tahun depan kalau udah ada 3 sampai 4 lantai, karena kan ga sekaligus menerima banyak pasti melalui tahapan sosialisasi," paparnya.
Unpam Kota Serang ini, sambungnya, terdiri 6 Fakultas dan 17 Program Studi 17, serta Fakultas Kesehatan ada 25 studi.
"Enam fakultas ini meliputi ekonomi, tehnik, sastra, hukum, mipa dan fkip, dengan prodi sebanyak 17. Sedangkan Kesehatan sebanyak 25 prodi," tandasnya. (uc)
