NEWS

Plafon Jebol, DPMPTSP Pindah ke BJB Syari'ah

Bantenekspose.com - Akibat plafon roboh di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) maka untuk sementara pelayanan yang bersangkutan dengan perizinan akan dipindahkan ke Bank Jabar Banten (BJB) Syari'ah.

Demikian dikatakan Walikota Serang Syafrudin kepada awak media di Kota Serang, Kamis (23/1).

Syafrudin menuturkan agar pelayanan di DPMPTSP tetap berjalan, pihaknya untuk sementara akan memindahkan pelayanan perizinan ke Bank BJB Syariah di jalan Ahmad Yani Cimuncang Kota Serang.

"Untuk sementara pelayanan akan dipindah ke BJB Syariah hingga gedung ini selesai direhab," ujarnya.

Dikatakan Syafrudin, gedung pelayanan di DPMPTSP yang ambruk ini memang sudah gedung tua dan dulu waktu jaman Kabupaten dinamakan gedung Kawung anten, kemudian pernah ditempati DPRD baru ditempati oleh DPMPTSP.

"Keadaanya sudah tua. Tahun kemarin juga sudah ambruk tapi diperbaiki. Kita juga sempat ingin melakukan pembangunan tapi terkendala oleh anggaran.

"Kemudian saat ini ambruk terpaksa kami akan mengambil langkah untuk merehab atap dan plafon gedung, supaya pelayanan berjalan lancar maka gedung ini harus diperbaiki," tambahnya.

Lapuk dimakan usia plafon gedung pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang roboh dan menimpa tiga pegawai yang saat masih bekerja, dua diantaranya dilarikan ke rumah sakit.

Kepala DPMPTSP Kota Serang Ahmad Mujimi mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi. Pada saat kejadian  dirinya sedang melakukan rapat bersama Walikota Serang di Puspemkot Serang.

"Jadi tadi ketika kami rapat, ada kejadian jatuhnya plafon sehingga saya pulang terlebih dahulu, karena ini menyangkut musibah untuk menengok temen-temen kondisinya seperti apa," katanya.

Dikatakan Ahmad Mujimi plafon ini roboh karena memang sudah lapuk dan usianya sudah tua karena memang walaupun bagaimanapun gedung ini belum pernah tersentuh dengan rehab.

"Saya nanti berniat untuk nengok jangan jangan nanti ada luka berat karena walaupun sekecil apapun yang namanya insiden itu harus kita tetap tanggung jawab karena saat kejadian mereka sedang bekerja," ungkapnya.

Sebetulnya dikatakan Mujimi, pada tahun 2019 lalu pihaknya pernah mencoba untuk merehab gedung ini tapi karena terbatas anggaran kemudian tidak jadi.

"Saat itu sempat ada yang melihat-lihat untuk merehab, karena memang kalau kita inginnya sih ini (DPMPTSP) betul-betul buat pelayanan, jadi ruangannya khusus," ucapnya. (uc)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar