NEWS

Pancasila itu Ideologi, Kritik atas Rocky Gerung

Menyimak film " Ketika Bung di Ende" saya anggap sebagai catatan historis dari proses pergulatan pemikiran seorang Soekarno muda dari sejak menjadi Ketua Umum PNI di saat usia 27 th, hingga di pengasingan Ende Flores. Proses tersebut bisa kita pisahkan pada pergumulan pemikiran menegara dengan pergumulan pemikiran beragama, ditandai korespondensi aktif dengan tokoh Persis ust. A. Hasan.

Hasilnya, Soekarno muda keluar dari seleksi pergulatan pemikiran dengan banyak asupan pemikiran filsofis dan ideologis, dan menjadi konstruksi awal pemikiran seorang republikan yang kental dengan jiwa nasionalisnya. 

Pitrin Sorokin dalam buku Contemprary Sociological Theories menyuguhkan satu pandangan bahwa "bukanlah kesadaran manusia yang menentukan keadaannya, tetapi sebaliknya keadaan sosial yang menentukan kesadaran manusia".
Sorokin ingin mengatakan secara sederhana bahwa ide, pemikiran yang tumbuh dari kesadaran adalah banyak dipengaruhi keadaan sosialnya. 
Ende Flores, menjadi " kawah " pemikiran ideologisnya Soekarno. dan dalam proses waktunya memunculkan ide tentang menyatukan paham-paham kebngsaan dengan titik tolaknya masing-masing. Memunculkan Pancasila dari buah ide Soekarno tidaklah muncul begitu saja, tapi melalui prosesnya yang panjang dan pilu. Adalah naif jika pancasila diidekan tiba-tiba hanya satu hari. 

Kenapa harus pancasila? Ini pertanyaan dasar dari kita hidup di zaman setelah Indonesia merdeka. Pemikiran kita mungkin menyepakati pandangan apologisnya Cak Nur di era 80-an terkait ideologi. Bahwa ideologi itu sering bersifat totaliter, atau menyeluruh di setiap bidang kehidupan. Pancasila dari jejak pergulatan Soekarno di Ende Folres bisa kita pahami sebagai hasil dari proses dialektika dari banyak warna pemikiran yang bertumpu pada akarnya seprti sosialisme, kapitalisme, dan komunisme serta islamisme (perspektif A. Hasan). 

Apa bisa dirubah? tentu kita perlu mendalami akar dari pancasila dikenal sebagai ideologi negara. Pancasila ketika dikenalkan di sidang BPUPKI 1 juni 1945 telah disepakati sebagai satu-satunya dasar menyusun negara dengan konstitusinya UUD 45 itu artinya sudah final ditempatkan sebagai ideologi negara. Kenapa disebut ideologis, karena pancasila sintesa dari pemikiran ideologis seperti ideologi islam, sosialisme, nasionalisme dan demokratisme. 
Apa Gerung "ngelantur", Tidak. Tapi setidaknya dia lupa bahwa pancasila sebagai ideologi negara telah dikuatkan oleh konsensus nasional yang menjadi pijakan menyusun suatu negara, artinya berprinsip tetap dan bersifat final. Jika hasil konsensus masih bisa dirubah tentu perlu adanya konsensus baru, itu artinya merubah dari NKRI ke bentuk negara yang lain. 
Satu tanggapan atas itu, bahwa Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia sama halnya komunisme sebagai ideologi Uni Sovyet yang tidak bisa diganti dan dirubah-rubah karena itu dasarnya menyusun negara. Bukankah rukun dari eksistensi suatu negara bisa dilihat dari isinya (dasar ideologis), kemudian rakyat dan wilayah. Dari tiga rukun itu negara dibangun bersamaan pula kesepakatan-kesepatan. Bukankah pula hidup itu berdasarkan kesepakatan. 

Penulis: Hamdan Suhaemi 
Wakil Ketua Ansor Banten
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar