NEWS

Fakrab: Banjir dan Longsor, Potret Buruk Pengelolaan Sumber Daya Alam

Bantenekspose.com - Fakrab menilai bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi dibeberapa daerah di Kabupaten Lebak, merupakan potret buruk pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Lebak.

Hal tersebut disampaikan Sandi Rustam, Departemen Advokasi Fakrab, melalui rilis yang diterima media ini, Selasa (10/12/2019).

Menurut Sandi, meski pemicu bencana ini awalnya adalah faktor hidrometeorologi, di mana terjadi hujan, namun jika kondisi lingkungan baik-baik saja maka tidak akan terjadi bencana semacam itu. 

Yang harus diingat juga, lanjut Sandi persoalan bencana bukan hanya penanganan pasca kejadian, namun perlu juga diperhatikan penyebab bencana tersebut terjadi.

Mirisnya, kondisi saat ini yakni saat musim hujan, menjadi momok yang menakutkan karena khawatir muncul bencana akibat banjir dan longsor. Begitu pula saat kemarau, muncul ketakutan krisis air, kekeringan dan lain-lain. Padahal jelas-jelas bencana akan dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat. 

"Jangan sampai banjir, longsor, kekeringan seolah menjadi ritual tahunan di Lebak," Kata Sandi.

Sandi mendesak kepada pemerintah dan aparat penegak hukum jangan abai, jangan terus membiarkan aktivitas tambang tak berizin di seluruh wilayah Lebak, karena itu akan menjadi bom waktu, yang akan menimbulkan bencana.

Bencana ini, lanjut Sandi, harus menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk segera melakukan upaya agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari. Salah satunya dengan mulai melakukan pemulihan lingkungan hidup, khususnya dalam hal penindakan. 

"Semua kegiatan ekstraktif mulai dari hulu sampai hilir di seluruh sungai di Lebak, terlebih lagi yang tidak memiliki dokumen lingkungan, paling berkontribusi terhadap bencana ekologis. Kita sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi, kita juga berduka atas warga yang telah menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor" tutup Sandi.

Sementara Kapten A.Rosyd Danramil Bayah mengatakan, sepanjang kurang lebih 5 kilometer akses jalan dari tempat wisata Negeri Diatas Awan Gunung Luhur hingga Kampung Ciusul Desa Citorek Kidul, tertutup material pohon dan lumpur.

"Beberapa  anggota kami membersihkannya dan dibantu alat berat (eksavator)," Katanya.

Liputan : Odil ( CyberBansel)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar