2020, Pertumbuhan Ekonomi Banten Diprediksi Meningkat 5 Persen
0 menit baca
Bantenekspose.com- Bank
Indonesia (BI) Perwakilan Banten memprediksi, pertumbuhan ekonomi di Banten
pada 2020 akan mengalami kenaikan, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi berada
pada kisaran diatas 5 persen. Pertumbuhan tersebut bisa tercapai dengan
catatan, empat kunci sukes dimanfaatkan, sebagai sebagai momentum dalam
mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Provinsi Banten 2020.
Keempat syarat tersebut, kata Kepala Perwakilan BI Provinsi
Banten, Erwin Soeriadimadja, Pertama
untuk mendorong konsumsi agar tetap kuat, harus menjaga
tingkat inflasi yang stabil, serta mempertahankan penyaluran bansos tepat
sasaran.
Kedua, sambungnya,
mendorong akselerasi proyek infrastruktur dan pengeluaran pemerintah pada
sektor-sektor produktif. Ketiga,
mempercepat pembenahan regulasi perizinan dengan optimalisasi OSS serta
peningkatan daya saing dalam upaya menarik investasi ke Provinsi Banten.
"Nah terakhir, keempat
yaitu, bersama pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing industri unggulan
yang tercakup dalam Roadmap Indonesia 4.0," ungkap Erwin yang tertulis di
dalam press rilis yang di sebar, melalui Whatshapp (WA), Rabu (18/12).
Tak sampai disitu, Erwin juga menyampaikan, bahwa prospek
ekonomi Provinsi Banten akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih
tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.
Bahkan, kata dia, sejalan dengan kondisi Perekonomian
Nasional, Ekonomi Banten pada 2019 tumbuh sangat baik mencapai 5,40% (ctc)
dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,41% (yoy). Bahkan lebih tinggi
dari pertumbuhan ekonomi Nasional.
"Kinerja ekspor dan investasi harus tetap kuat,
serta level konsumsi masyarakat sepanjang tahun masih tinggi, yang menjadi
motor utama penggerak perekonomian Banten di tahun 2019. Inflasi 2019 tetap
terkendali, hingga bulan November juga terpantau baik, sebesar 3,08%, berada
pada kisaran sasaran 3,5+1%. Peningkatan produksi serta kelancaran
pasokan komoditas bahan makanan strategis, ditambah sinergi antar instansi
dalam pelaksanaan program utama TPID menjadi kunci sukses pengendalian harga di
Provinsi Banten tahun 2019," jelasnya.
Masih kata Erwin, dari sisi pembayaran non tunai, hingga
triwulan III 2019 penyelesaian transaksi melalui RTGS dan kliring berjalan aman
dan lancar, masing-masing sebesar Rp 490 triliun dan Rp 35 triliun atau tumbuh
positif mengikuti arah pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.
"Perkembangan positif juga terjadi pada transaksi
digital, total pangsa transaksi e-commerce Provinsi Banten hingga Oktober 2019
diperkirakan mencapai 8,5% dari transaksi e-commerce secara nasional. Capaian
tersebut mendudukan Banten diposisi keempat, setelah DKI Jakarta, Jawa Barat
dan Jawa Timur," katanya.
Tak lupa, diakhir pembicaraan. Erwin berpesan, bahwa
sinergi, transformasi dan inovasi harus lebih di tingkatkan kembali, karena
merupakan kunci untuk mampu memperkuat ketahanan dalam menghadapi dampak
rambatan global. Bahkan juga, bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi menuju
Indonesia maju yang sejahtera.
"Saya kira, di 2019 dengan rendahnya inflasi dan
stabilnya Rupiah, Bank Indonesia mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk
mengoptimalkan momentum pertumbuhan. Bauran kebijakan yang akomodatif akan
dilanjutkan pada tahun 2020 mendatang. Bank Indonesia mengajak perbankan dan
dunia usaha untuk memperkuat kepercayaan diri dan optimisme, membangun
Indonesia yang lebih baik lagi ke depan," tandasnya.
Diketahui, kantor Perwakilan BI Banten telah menyusun 5
langkah inisiatif yang akan dilakukan kedepan. Pertama, memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama pemerintah
provinsi, Kabupaten dan Kota untuk secara bersama mengawal stabilitas harga dan
keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kedua, mendorong
terciptanya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten. Ketiga, mengakselerasi pengembangan
ekonomi syariah agar lebih berdaya saing melalui program kemandirian ekonomi
pesantren, pemanfaatan zakat dan wakaf yang dapat menjadi salah satu sumber
pembiayaan dan optimalisasi pembayarannya melalui QRIS serta pengembangan
ekosistem rantai nilai halal.
Keempat, mendorong
elektronifikasi dengan meningkatkan integrasi ekonomi keuangan daerah dan
ekonomi digital.
Terakhir, Kelima,
mendorong pembentukan ekosistem ekonomi digital di Provinsi Banten. Kami
menyadari, peran ekonomi digital terhadap perekonomian Provinsi Banten kedepan
akan semakin besar. (rls/uc)
