Pemkot Serang Targetkan 2021 Bangun Islamic Center dan Asrama Haji
0 menit baca
Bantenekspose.com - Gedung Islamic Center di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang akan dibongkar. Pembongkaran ini menyusul wacana Pemkot yang akan membangun Asrama Haji dan Islamic Center di lokasi baru.
Saat ini Pemkot Serang sedang menggodok Feasibility Study (FS) dua gedung tersebut. Sudah ada dua alternatif tempat yang diproyeksikan sebagai lokasi, yakni di Penancangan dan Kepandean.
Pembangunan tersebut juga sebagai tindaklanjut dari dibatalkannya Masjid Agung yang semula akan dibangun di Alun-alun Kota Serang. “Pada akhir 2018 ada pro kontra (Masjid Agung di Alun-alun). Kemudian juga belum dibuatnya FS pembuatan masjid itu. Ternyata dengan dibuatnya FS Masjid Agung, cocoknya di Masjid Ats Tsauroh,” kata Walikota Serang Syafrudin usai menghadiri penyusunan dokumen pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center di Hotel Ledian, Kota Serang, Jumat (29/11/2019).
Karena akan dijadikan Masjid Agung, lanjutnya, ada beberapa perubahan konsep pada Masjid AtsTsauroh. Salah satunya memindahkan gedung Islamic Center yang ada di depannya. “Karena dalam FS Masjid Ats-Tsauroh itu terdapat saran untuk membongkar islamic center sehingga Masjid Agung Kota Serang itu kelihatan dari depan,” katanya.
Untuk pembangunan asrama haji, lantaran Kota Serang belum memiliki gedung tersebut “Oleh karena itu pada hari ini kita buat FS islamic center dan asrama haji, sehubungan asrama haji ini di Kota Serang belum ada. Jadi intinya pada hari ini kita membuat FS dan islamic center untuk menentukan lokasi yang mana yang tepat,” ujar Syafrudin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kota Serang M Ridwan mengatakan, pihaknya menggandeng Universitas Indonesia untuk menyusun dua dokumen FS Masjid Agung, Islamic Center dan Asrama Haji.
Kata Ridwan, tahapan yang dilaksanakan mulai dari laporan pendahuluan, antara dan laporan akhir berjalan baik. “Tahapan-tahapan dalam penyusunan juga diikuti, baik itu diskusi, menjaring aspirasi dari stekholder sehingga hasilnya dari FS ini bisa diterima semua pihak,” katanya.
Ridwan menyebut ada dua alternatif tempat. Yakni di Penancangan dengan luas lahan tiga hektar, dan Kepandean seluas lima hektar. Rencananya, islamic center dan asrama haji akan dijadikan satu tempat. “Iya (jadi satu) untuk detailnya kan nanti akan dilihat dari detail desain sebelah mana. Bisa bawah islamic center, atas asrama haji itu akan kita lihat di detail desain,” katanya.
Setelah tahun ini selesai membuat FS, pihaknya langsung menyusun Detail Engenering Desaign (DED). “Tahun depan kita susun DED, 2021 iya kita lihat perkembangan,” katanya.
Terkait pembongkaran islamic center di Cimuncang, Ridwan mengatakan, karena akan ada perubahan konsep tata letak. “Yang pertama agar Masjid Agung kelihatan agungnya sehingga view dari jalan kelihatan. Jadi bangunan di situ (islamic center) otomatis harus tidak ada,” ujarnya. (Uc/red)
Saat ini Pemkot Serang sedang menggodok Feasibility Study (FS) dua gedung tersebut. Sudah ada dua alternatif tempat yang diproyeksikan sebagai lokasi, yakni di Penancangan dan Kepandean.
Pembangunan tersebut juga sebagai tindaklanjut dari dibatalkannya Masjid Agung yang semula akan dibangun di Alun-alun Kota Serang. “Pada akhir 2018 ada pro kontra (Masjid Agung di Alun-alun). Kemudian juga belum dibuatnya FS pembuatan masjid itu. Ternyata dengan dibuatnya FS Masjid Agung, cocoknya di Masjid Ats Tsauroh,” kata Walikota Serang Syafrudin usai menghadiri penyusunan dokumen pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center di Hotel Ledian, Kota Serang, Jumat (29/11/2019).
Karena akan dijadikan Masjid Agung, lanjutnya, ada beberapa perubahan konsep pada Masjid AtsTsauroh. Salah satunya memindahkan gedung Islamic Center yang ada di depannya. “Karena dalam FS Masjid Ats-Tsauroh itu terdapat saran untuk membongkar islamic center sehingga Masjid Agung Kota Serang itu kelihatan dari depan,” katanya.
Untuk pembangunan asrama haji, lantaran Kota Serang belum memiliki gedung tersebut “Oleh karena itu pada hari ini kita buat FS islamic center dan asrama haji, sehubungan asrama haji ini di Kota Serang belum ada. Jadi intinya pada hari ini kita membuat FS dan islamic center untuk menentukan lokasi yang mana yang tepat,” ujar Syafrudin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kota Serang M Ridwan mengatakan, pihaknya menggandeng Universitas Indonesia untuk menyusun dua dokumen FS Masjid Agung, Islamic Center dan Asrama Haji.
Kata Ridwan, tahapan yang dilaksanakan mulai dari laporan pendahuluan, antara dan laporan akhir berjalan baik. “Tahapan-tahapan dalam penyusunan juga diikuti, baik itu diskusi, menjaring aspirasi dari stekholder sehingga hasilnya dari FS ini bisa diterima semua pihak,” katanya.
Ridwan menyebut ada dua alternatif tempat. Yakni di Penancangan dengan luas lahan tiga hektar, dan Kepandean seluas lima hektar. Rencananya, islamic center dan asrama haji akan dijadikan satu tempat. “Iya (jadi satu) untuk detailnya kan nanti akan dilihat dari detail desain sebelah mana. Bisa bawah islamic center, atas asrama haji itu akan kita lihat di detail desain,” katanya.
Setelah tahun ini selesai membuat FS, pihaknya langsung menyusun Detail Engenering Desaign (DED). “Tahun depan kita susun DED, 2021 iya kita lihat perkembangan,” katanya.
Terkait pembongkaran islamic center di Cimuncang, Ridwan mengatakan, karena akan ada perubahan konsep tata letak. “Yang pertama agar Masjid Agung kelihatan agungnya sehingga view dari jalan kelihatan. Jadi bangunan di situ (islamic center) otomatis harus tidak ada,” ujarnya. (Uc/red)
