Muhamad Fikri, Balita di Kota Serang Idap Kelainan Tumbuh Kembang dan Gizi Buruk
0 menit baca
Bantenekspose.com - Desember mendatang, Fikri genap berusia 5 tahun. Namun, berbeda dengan balita lainnya, dia hanya mampu digendong oleh ibunya karena tubuhnya yang kurus, lemah dan kaku.
Putra ketiga dari pasangan suami istri (Pasutri) Otong Mursali (48) dan Badrah (38), bernama Muhamad Fikri (5), balita asal Lingkungan Kebon Jahe, RT 05, RW 14, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang idap kelainan tumbuh kembang dan juga alami gizi buruk.
Otong Mursali mengatakan, persoalan ekonomi keluarganya menjadi salah satu penyebab kondisi Fikri. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan istrinya hanya berjualan makanan kecil dirumahnya.
“Saya kerja sebagai kuli bangunan, tapi itu juga kalau ada yang ajak,” kata Otong saay ditemui dirumahnya, Selasa (22/10/2019).
Ia mengatakan, kondisi pertumbuhan Fikri sejak bayi berbeda. Sehingga, untuk mengobatinya berbagai cara sudah dia lakukan. Bahkan, sejak masih bayi sudah dibawa ke tukang urut untuk diobati. Namun, tidak ada perubahan berarti pada pertumbuhannya. “Dulu sempat saya bawa ke tukang urut di Pekarungan, sudah juga dibawa kemana-mana,” ungkapnya.
Sementara itu, Bidan dari Puskesmas Serang Vivi yang datang menjenguk bersama Lurah Cipare Bahrudin mengatakan, selain gizi buruk Fikri juga menderita kelainan pertumbuhan. Sehingga butuh terapi untuk menyembuhkannya. “Kalau saran dokter sih harus terapi, adanya di RS Drajat Kabupaten Serang,” kata Vivi.
Pihak puskesmas, lanjutnya, sudah mengetahui kondisi Fikri sejak lahir. Bahkan bersama NGO Islamic Relief pihaknya rutin memberikan bantuan makanan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain itu, dari islamic relief juga memberikan bantuan MCK kepada keluarga Otong. “Ini sudah kita pantau sejak bayi dan terus diberikan bantuan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kendala ekonomi keluarganya menjadi faktor Fikri sulit dibawa terapi. Karena, untuk menuju RS Drajat Prawiranegara dibutuhkan ongkos, selain itu masih ada anak lainnya yang harus diperhatikan. “Jadi kalau si ibunya membawa Fikri berobat, dia juga mikirin anaknya yang masih sekolah," katanya.
Hal senada diungkapkan Bahrudin Lurah Cipare bahwa kita hari ini menengok penderita gizi buruk dan selama ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak Puskesmas Kecamatan Serang dan Dinkes Kota Serang. Terlebih juga sudah pernah ditangani oleh organisasi kesehatan dunia NGO Islamic Relief.
"Kunjungan kita kali ini sudah melihat langsung salah satu warga yang didiagnosa gizi buruk, itu pun sudah ditangani dengan baik oleh pihak Puskesmas Kecamatan dan Dinkes Kota Serang, bahkan oleh organisasi kesehatan dunia NGO Islamic Relief", pungkasnya. (uc/red)
Putra ketiga dari pasangan suami istri (Pasutri) Otong Mursali (48) dan Badrah (38), bernama Muhamad Fikri (5), balita asal Lingkungan Kebon Jahe, RT 05, RW 14, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang idap kelainan tumbuh kembang dan juga alami gizi buruk.
Otong Mursali mengatakan, persoalan ekonomi keluarganya menjadi salah satu penyebab kondisi Fikri. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan istrinya hanya berjualan makanan kecil dirumahnya.
“Saya kerja sebagai kuli bangunan, tapi itu juga kalau ada yang ajak,” kata Otong saay ditemui dirumahnya, Selasa (22/10/2019).
Ia mengatakan, kondisi pertumbuhan Fikri sejak bayi berbeda. Sehingga, untuk mengobatinya berbagai cara sudah dia lakukan. Bahkan, sejak masih bayi sudah dibawa ke tukang urut untuk diobati. Namun, tidak ada perubahan berarti pada pertumbuhannya. “Dulu sempat saya bawa ke tukang urut di Pekarungan, sudah juga dibawa kemana-mana,” ungkapnya.
Sementara itu, Bidan dari Puskesmas Serang Vivi yang datang menjenguk bersama Lurah Cipare Bahrudin mengatakan, selain gizi buruk Fikri juga menderita kelainan pertumbuhan. Sehingga butuh terapi untuk menyembuhkannya. “Kalau saran dokter sih harus terapi, adanya di RS Drajat Kabupaten Serang,” kata Vivi.
Pihak puskesmas, lanjutnya, sudah mengetahui kondisi Fikri sejak lahir. Bahkan bersama NGO Islamic Relief pihaknya rutin memberikan bantuan makanan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain itu, dari islamic relief juga memberikan bantuan MCK kepada keluarga Otong. “Ini sudah kita pantau sejak bayi dan terus diberikan bantuan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kendala ekonomi keluarganya menjadi faktor Fikri sulit dibawa terapi. Karena, untuk menuju RS Drajat Prawiranegara dibutuhkan ongkos, selain itu masih ada anak lainnya yang harus diperhatikan. “Jadi kalau si ibunya membawa Fikri berobat, dia juga mikirin anaknya yang masih sekolah," katanya.
Hal senada diungkapkan Bahrudin Lurah Cipare bahwa kita hari ini menengok penderita gizi buruk dan selama ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak Puskesmas Kecamatan Serang dan Dinkes Kota Serang. Terlebih juga sudah pernah ditangani oleh organisasi kesehatan dunia NGO Islamic Relief.
"Kunjungan kita kali ini sudah melihat langsung salah satu warga yang didiagnosa gizi buruk, itu pun sudah ditangani dengan baik oleh pihak Puskesmas Kecamatan dan Dinkes Kota Serang, bahkan oleh organisasi kesehatan dunia NGO Islamic Relief", pungkasnya. (uc/red)

