Gegara Jalan Ngebul, Kantor Kec Malingping dan Wanasalam Didatangi Massa
0 menit baca
BantenEkpose.com – Gegara pekerjaan jalan yang dibiarkan ditunda dan belum diselesaikan oleh pihak
kontraktor, belasan warga yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Lebak Selatan
menggelar aksi unjuk rasa mulai dari di depan Kantor Kecamatan Malingping dan
dilanjutkan ke kantor Kecamatan Wanasalam, mulai pukul 10.00 WIB, Selasa
(15/10)
Dalam aksi tersebut, massa meminta Bupati Lebak Iti Octavia
Jayabaya agar memberikan teguran kepada dua kontraktor pembangunan jalan Bolang
– Wanasalam, yakni CV Java Mutiara Karya Utama dan CV Putra Jaya Lestari yang
dinilai tidak bertanggung jawab atas pekerjaan garapannya.
Haes Rumbaka, peserta aksi mengatakan, warga di wilayahnya sudah sekitar satu bulan lebih mengeluhkan jalan yang ngebul (berdebu, red) yang ditimbulkan oleh aktivitas proyek jalan kewenangan Pemkab Lebak, yang belum tuntas tapi pekerjaannya ditinggalkan.
“Sekitar satu bulan lalu jalan ini dipasang lapis pondasi
agregat semen (Cement Treated Base/ CTB), setelah itu ditinggalkan tanpa ada
penyiraman, akibatnya setiap hari warga di sibi diracuni debu yang menyesakan
nafas,” tandas Haes.
Dikatakan Haes, dengan keadaan tersebut, pihaknya menuntut
kepada pihak pelaksana proyek agar segera menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,
agar debu akibat dampak proyek tidak terjadi berkepanjangan dan tidak lagi
mengganggu pernafasan warga.
“Selama ini kami bingung untuk menyampaikan keluhan, karena
tidak ada pihak pelaksana yang ada di lokasi. Padahal bangunan jalan ini sudah
lama dibiarkan mangkrak seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya, apabila pihak kontraktor tidak segera
membereskan pembangunan jalan ini, kata dia, maka pihaknya akan menggelar aksi
di Kantor Dinas PUPR dan Kantor Bupati Lebak dengan jumlah massa yang lebih
banyak.
Pantauan, jalan kabupaten yang belum diselesaikan dan
berdampak debu itu ada dua titik pekerjaan, yang satu mulai Desa Cipeucang
Hingga Cikeusik sekitar tujuh kilometer dan yang satu di titik Cidadap
sepanjang sekitar tiga kilometer. Di kedua titik ini para pendemo berorasi
menggunakan sound system dan berkeliling menggunakan iringan kendaraan. (PWM/red)
