Tak Percaya Pemkab, Aktivis Cilograng Gaungkan Segera Pisah dari Lebak
0 menit baca
![]() |
| Rizwan, aktivis Lebak asal Kecamatan Cilograng |
Selain itu, sempat viral beberapa minggu ini ibu hamil ditandu untuk menempuh Puskesmas Panggarangan karena akses jalan rusak tidak bisa dilalui kendaraan roda empat hingga menyebabkan bayinya meninggal dunia. Hal ini memantik reaksi, salah satunya Rizwan aktivis Cilograng Kabupaten Lebak, Senin (09/09/2019).
"Pemkab Lebak tidak memberikan rasa keadilan dan pemerataan pembangunan pada masyarakat Lebak bagian selatan," ujar Rizwan.
Ditambahkan Rizwan, mosi tidak percaya pada Pemkab Lebak dan sangat setuju agar Lebak bagian selatan untuk pisah dari Kabupaten Lebak, biar masyarakat Lebak bagian selatan betul-betul merasakan pemerataan pembangunan serta pelayanan publik yang cepat.
Tanggapan lain soal buruknya kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemkab Lebak pada daerah wilayah Lebak bagian selatan memunculkan tanggapan dari Usep Setiana Ketua DPD Lebak, Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten Lebak.
![]() |
| Usep S, Ketua JPKP Lebak |
Selain itu, tambah Usep, SDM dan SDA yang melimpah ini potensi luar biasa, jadi sangat layak Lebak bagian selatan memisahkan diri dari Kabupaten Lebak.
"Bahkan rusaknya infrastruktur jalanpun banyak di daerah selatan, mudah mudahan dengan menjadi DOB, ini semua bisa teratasi dengan kemandirin Lebak selatan," ujar Usep
Sebagai informasi yang dihimpun oleh media, bahwa beberapa ruas jalan milik Kabupaten Lebak dan beberapa ruas jalan desa di wilayah Lebak selatan masih dalam keadaan rusak seperti di wilayah Kecamatan Panggarangan, Cihara, Cigemblong dan beberapa kecamatan lainnya. (EAG)

