Pelajar dan Mahasiswa Banten Kembali Aksi
0 menit baca
BantenEkspose.com - ribuan pelajar dan mahasiswa di Banten kembali melakukan aksi menolak RKUHP, UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan RUU PKS. Mereka melakukan long march dari Kampus UIN SMH Banten menuju simpang empat Alun-alun Kota Serang, dan kembali ke tempat awal aksi, Jumat (27/9/2019).
Bila dalam aksi sebelumnya, massa aksi semuanya mahasiswa, kali ini ada yang berbeda. Para pelajar di ibu kota Provinsi Banten pun ikut mewarnai aksi unjuk rasa. Massa aksi dengan tegas tetap menolak dan meminta dibatalkan rancangan dan undang-undang yang dinilai tidak pro terhadap rakyat dan anti demokrasi.
Terpantau dilokasi beragam kritik disampaikan massa aksi, mulai dengan berorasi, membuat tulisan di spanduk dan karton, hingga menyanyikan lagu-lagu khas perjuangan mahasiswa.
"Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan," ujar salah satu orator dengan lantang diatas mobil komando, seraya diikuti massa aksi dengan serentak.
Selanjutnya, setelah waktu magrib tiba. Di tengah jalan depan Kampus UIN SMH Banten. Para demonstran melakukan doa bersama untuk mahasiswa yang meninggal dunia pada saat aksi.
"Kawan-kawan mari kita memanjatkan doa untuk tiga saudara kita yang menjadi korban meninggal dunia pada saat aksi kemarin. Semoga amal ibadah mereka diterima tuhan yang maha Esa," tutur orator yang memandu doa.
Diketahui saat aksi dilakukan, arus kendaraan di ibukota Provinsi Banten ini terpantau padat merayap. Bahkan dibeberapa titik, pihak satuan kepolisian lalulintas terpaksa menutup dan melakukan rekayasa jalan. (SC)
Bila dalam aksi sebelumnya, massa aksi semuanya mahasiswa, kali ini ada yang berbeda. Para pelajar di ibu kota Provinsi Banten pun ikut mewarnai aksi unjuk rasa. Massa aksi dengan tegas tetap menolak dan meminta dibatalkan rancangan dan undang-undang yang dinilai tidak pro terhadap rakyat dan anti demokrasi.
Terpantau dilokasi beragam kritik disampaikan massa aksi, mulai dengan berorasi, membuat tulisan di spanduk dan karton, hingga menyanyikan lagu-lagu khas perjuangan mahasiswa.
"Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah. Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan," ujar salah satu orator dengan lantang diatas mobil komando, seraya diikuti massa aksi dengan serentak.
Selanjutnya, setelah waktu magrib tiba. Di tengah jalan depan Kampus UIN SMH Banten. Para demonstran melakukan doa bersama untuk mahasiswa yang meninggal dunia pada saat aksi.
"Kawan-kawan mari kita memanjatkan doa untuk tiga saudara kita yang menjadi korban meninggal dunia pada saat aksi kemarin. Semoga amal ibadah mereka diterima tuhan yang maha Esa," tutur orator yang memandu doa.
Diketahui saat aksi dilakukan, arus kendaraan di ibukota Provinsi Banten ini terpantau padat merayap. Bahkan dibeberapa titik, pihak satuan kepolisian lalulintas terpaksa menutup dan melakukan rekayasa jalan. (SC)
