Soal PHK PT KS, Gubernur Banten: PHK Menambah Angka Pengangguran di Banten
0 menit baca
BantenEkspose.com - Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui belum mengetahui secara resmi terkait adanya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Kratau Steel, Kota Cilegon.
Hal itu diungkapkan Wahidin Halim alias WH saat diwawancara seusai mengikuti upacara hari Bhayangkara ke-73, di lingkungan Mapolda Banten, Rabu (10/7/3019).
"Persoalannya adalah karena ini milik badan usaha nasional dan pemprov tidak ada kewenangan untuk menidaklanjutinya, melainkan ini adalah kewenangan pemerintah pusat," katanya.
Namun, dikatakan WH, adanya PHK besar-besaran ini akan menambah angka pengangguran di Banten, walaupun tidak secara signifikan. Karena, menurutnya, Banten saat ini tingkat pengguran kedua dari Jawa Barat.
"Yang menjadi persoalan ketika industri tidak lagi menggunakan tenaga manusia, tapi sudah menggunakan mesin canggih, implikasinya adalah ancaman pengangguran," tukasnya. (emde)
Hal itu diungkapkan Wahidin Halim alias WH saat diwawancara seusai mengikuti upacara hari Bhayangkara ke-73, di lingkungan Mapolda Banten, Rabu (10/7/3019).
"Persoalannya adalah karena ini milik badan usaha nasional dan pemprov tidak ada kewenangan untuk menidaklanjutinya, melainkan ini adalah kewenangan pemerintah pusat," katanya.
Namun, dikatakan WH, adanya PHK besar-besaran ini akan menambah angka pengangguran di Banten, walaupun tidak secara signifikan. Karena, menurutnya, Banten saat ini tingkat pengguran kedua dari Jawa Barat.
"Yang menjadi persoalan ketika industri tidak lagi menggunakan tenaga manusia, tapi sudah menggunakan mesin canggih, implikasinya adalah ancaman pengangguran," tukasnya. (emde)
