Sikapi Dugaan Pungli BPNT, Kantor Dinsos Pandeglang Didemo Aktivis FAM.
0 menit baca
![]() |
Diduga Ada Pungli Dibalik Program BPNT, Dinsos Pandeglang Didemo Mahasiswa
|
Dalam aksinya mereka menduga adanya pungutan liar (Pungli) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga dilakukan oleh oknum Bank BTN, Dinas Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kecamatan Cisata dan Menes.
Ketua Front Aksi Mahasiswa (FAM) Pandeglang, Ucu Fahmi mengatakan, hasil dari investigasi ditemukan adanya pungutan kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) yang diduga dikordinir oleh TKSK.
"Mereka sengaja memeras dan melukai rakyat, padahal sudah jelas dalam aturan baik Perpres, Permen dan panduanya tidak boleh adanya pungutan apapun alias gratis," tegas Ucu dalam orasinya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal adanya dugaan pungutan yang dilakukan oleh oknum bank BTN dan TKSK, Camat Cisata Mimif membantah, bahwa informasi yang didapat dari pegawai TKSK sebesar Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000 bukanlah pungutan, melainkan uang untuk saldo di ATM masyarakat penerima program BPNT tersebut.
"Uang tersebut menurut TKSK, hasil dari pertemuan yang dilakukan oleh bank BTN, TKSK dan Kasi Dinsos. Uang sebesar Rp. 10.000 sebagai saldo di ATM mereka masing-masing," terangnya.
Hal senada dikatakan Anwarudin, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Cisata, adanya isu pungutan tersebut sebenarnya permintaan dari bank BTN sebagai saldo agar tidak diambil semuanya. Hal itu disampaikan pada saat pertemuan antara TKSK, Bank BTN dan Kasi Dinas Sosial.
"Ini permintaan dari Bank BTN-nya sendiri untuk disisakan sebagai saldo, tapi uang tersebut sudah dikembalikan kembali ke tiap-tiap desa di kecamatan," ujarnya. (Alfa)
