Jurus Silat Kaserangan Dari Pelajaran Mulok Menuju Warisan Dunia
0 menit baca
BantenEkspose.com - Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dari perwakilan 29 kecamatan di Kabupaten Serang turut memeriahkan Festival Silat Kaserangan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, di Pantai PAL Anyer, Kamis (18/7/2019).
Ketua Pelaksana AKCF 2019, Agus Erwana mengatakan, tahun ini Festival Silat Kaserangan diikuti oleh siswa SMP sederajat perwakilan dari 29 kecamatan. Jumlah peserta sebagai 40 kelompok yang masing-masing terdiri dari lima pesilat.
“Sebelumnya, festival ini diikuti oleh perwakilan paguron. Para pendekar paguron kami dorong untuk mengajarkan Silat Kaserangan di sekolah-sekolah. Jadi Jurus Silat Kaserangan benar-benar kita lestarikan secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, saat ini Jurus Silat Kaserangan sudah menjadi pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) wilayah Kabupaten Serang.
“Festival ini pun diikuti oleh siswa SMP dan SD, yang tentu saja pengajar-pengajarnya merupakan para pendekar silat dari paguron yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Serang juga mendukung agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dengan menggelar Festival Jurus Silat Kaserangan dalam rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF).
“Pencak silat adalah seni budaya Bangsa Indonesia, harus kita lestarikan bersama. Bagi kami, Jurus Silat Kaserangan adalah cara untuk memperkuat agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO,” imbuhnya.
Tatu berkomitmen akan terus menggelar Festival Silat Kaserangan. Karena, menurutnya, pencak silat merupakan budaya Bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. “Festival ini pun dalam rangka silaturahmi para pendekar di Kabupaten Serang,” cetusnya.
Festival Silat Kaserangan tahun 2019 tersebut berjalan sukses. Bahkan hadir dua turis asing, yakni Dipanwita Chakraborty (India) selaku Corporate Responsilibility Director PT Cargill-Asia Pasific dan Meagan Andrews (Kananda) selaku Program Director Care Internasional. Hadir pula Elin Devina selaku Staf Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Pemkab Serang pun mengundang Yayan Ruhian, aktor pencak silat yang sudah membintangi film laga nasional dan internasional. Semua tamu undangan termasuk Yayan, diajak Bupati Serang untuk sama-sama memperagakan Jurus Silat Kaserangan bersama ratusan pesilat dari Kabupaten Serang di Pantai Pal Anyer. (Emde)
Ketua Pelaksana AKCF 2019, Agus Erwana mengatakan, tahun ini Festival Silat Kaserangan diikuti oleh siswa SMP sederajat perwakilan dari 29 kecamatan. Jumlah peserta sebagai 40 kelompok yang masing-masing terdiri dari lima pesilat.
“Sebelumnya, festival ini diikuti oleh perwakilan paguron. Para pendekar paguron kami dorong untuk mengajarkan Silat Kaserangan di sekolah-sekolah. Jadi Jurus Silat Kaserangan benar-benar kita lestarikan secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, saat ini Jurus Silat Kaserangan sudah menjadi pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) wilayah Kabupaten Serang.
“Festival ini pun diikuti oleh siswa SMP dan SD, yang tentu saja pengajar-pengajarnya merupakan para pendekar silat dari paguron yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Serang juga mendukung agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dengan menggelar Festival Jurus Silat Kaserangan dalam rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF).
“Pencak silat adalah seni budaya Bangsa Indonesia, harus kita lestarikan bersama. Bagi kami, Jurus Silat Kaserangan adalah cara untuk memperkuat agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO,” imbuhnya.
Tatu berkomitmen akan terus menggelar Festival Silat Kaserangan. Karena, menurutnya, pencak silat merupakan budaya Bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. “Festival ini pun dalam rangka silaturahmi para pendekar di Kabupaten Serang,” cetusnya.
Festival Silat Kaserangan tahun 2019 tersebut berjalan sukses. Bahkan hadir dua turis asing, yakni Dipanwita Chakraborty (India) selaku Corporate Responsilibility Director PT Cargill-Asia Pasific dan Meagan Andrews (Kananda) selaku Program Director Care Internasional. Hadir pula Elin Devina selaku Staf Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Pemkab Serang pun mengundang Yayan Ruhian, aktor pencak silat yang sudah membintangi film laga nasional dan internasional. Semua tamu undangan termasuk Yayan, diajak Bupati Serang untuk sama-sama memperagakan Jurus Silat Kaserangan bersama ratusan pesilat dari Kabupaten Serang di Pantai Pal Anyer. (Emde)
