20 Hari Dirawat di RSCM, Keluarga Korban Ledakan Petasan Butuh Bantuan
0 menit baca
BantenEkspose.com - Mengenaskan, akibat terkena ledakan petasan Fatihul Fawwaz (9) anak pertama dari pasangan Joharudin dan Dewi Maspuroh, warga Kampung Cisono Lor, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, bagian wajah dan kakinya hancur. Saat ini keluarganya sangat membutuhkan bantuan dana.
Peristiwanya sendiri terjadi pada 10 Juni lalu. Saat ini sudah hampir 20 hari lamanya, Fatihul masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, bahkan dirinya sudah mengalami penanganan operasi oleh pihak RSCM.
Joharudin ayah korban mengatakan, untungnya hingga saat ini Fatihul dapat terlindungi oleh BPJS Kesehatan. Namun sejak anaknya pertama kali mengalami musibah tersebut, dirinya langsung membawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung dan dirujuk langsung ke RSCM guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selama berhari-hari berada di Jakarta, Joharudin pun terpaksa harus mengontrak, mengingat anaknya harus melakukan pengobatan secara intensif selama tiga hari sekali. Kondisi ini dirasakan Joharudin, yang hanya bekerja sebagai buruh pabrik, sangat membebani dirinya .
"Hingga saat ini Saya tidak memungkiri sudah mendapatkan bantuan. Baik itu dari beberapa warga masyarakat sekitar dan juga beberapa komunitas, seperti anak motor di Lebak yang peduli terhadap musibah yang menimpa anak saya. Alhamdulillah, sudah dapat membantu meringankan beban saya dan keluarga," imbuh Joharudin.
Lanjut Joharudin, dirinya masih berharap ada orang yang berbaik hati untuk membantunya baik materil maupun spirit. Pasalnya hingga saat ini, biaya hidup di Jakarta sangat besar. Hal ini yang saat ini menjadi beban terbesarnya. Sementara, istri dan anak keduanya bertahan di Jakarta guna menemani Fatihul, yang membutuhkan perawatan dan perhatian lebih.
Sementara itu Eko, salah seorang perwakilan dari komunitas motor yang ada di Lebak, menyempatkan diri datang bersama rekan-rekannya. Mereka memberikan bantuan pada pihak keluarga korban.
"Saya berharap, masih banyak para dermawan lain, yang mau menyisihkan sedikit rejekinya, guna membantu keluarga korban, sehingga dapat meringankan beban hidup keluarga korban yang terkena musibah ini," ujar Eko. (Odil)
Peristiwanya sendiri terjadi pada 10 Juni lalu. Saat ini sudah hampir 20 hari lamanya, Fatihul masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, bahkan dirinya sudah mengalami penanganan operasi oleh pihak RSCM.
Joharudin ayah korban mengatakan, untungnya hingga saat ini Fatihul dapat terlindungi oleh BPJS Kesehatan. Namun sejak anaknya pertama kali mengalami musibah tersebut, dirinya langsung membawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung dan dirujuk langsung ke RSCM guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selama berhari-hari berada di Jakarta, Joharudin pun terpaksa harus mengontrak, mengingat anaknya harus melakukan pengobatan secara intensif selama tiga hari sekali. Kondisi ini dirasakan Joharudin, yang hanya bekerja sebagai buruh pabrik, sangat membebani dirinya .
"Hingga saat ini Saya tidak memungkiri sudah mendapatkan bantuan. Baik itu dari beberapa warga masyarakat sekitar dan juga beberapa komunitas, seperti anak motor di Lebak yang peduli terhadap musibah yang menimpa anak saya. Alhamdulillah, sudah dapat membantu meringankan beban saya dan keluarga," imbuh Joharudin.
Lanjut Joharudin, dirinya masih berharap ada orang yang berbaik hati untuk membantunya baik materil maupun spirit. Pasalnya hingga saat ini, biaya hidup di Jakarta sangat besar. Hal ini yang saat ini menjadi beban terbesarnya. Sementara, istri dan anak keduanya bertahan di Jakarta guna menemani Fatihul, yang membutuhkan perawatan dan perhatian lebih.
Sementara itu Eko, salah seorang perwakilan dari komunitas motor yang ada di Lebak, menyempatkan diri datang bersama rekan-rekannya. Mereka memberikan bantuan pada pihak keluarga korban.
"Saya berharap, masih banyak para dermawan lain, yang mau menyisihkan sedikit rejekinya, guna membantu keluarga korban, sehingga dapat meringankan beban hidup keluarga korban yang terkena musibah ini," ujar Eko. (Odil)
