WH-Andika Dinilai Belum Mampu Realisasikan Janji Politiknya
0 menit baca
BantenEkspose.com - Panitia Persiapan Rembuk Relawan (PPRR) WH-Andika, M Fahrudin mengatakan bahwa Wahidin Halim dan Andika, selaku Gubernur Banten sampai saat ini belum mampu merealisasikan janji politiknya.
“Janji berupa berobat gratis pakai e-KTP dan pendidikan gratis itu tidak masuk ke Visi dan Misi WH Andika. Jadi bagaimana caranya WH-Andika dapat mewujudkan janji itu," ujar Fahrudin saat diwawancara usai menggelar Konferensi Pers di salah satu Restoran, Kota Serang, Kamis (27/06/19).
Fachrudin menilai, bahwa sebuah janji tidak akan menjadi sebuah kebijakan atau masuk di RPJMD, jika bukan kebijakan dan masuk ke dalam Visi Misi WH Andika.
"Jika dipaksakan, maka WH-Andika dapat dikatakan melanggar mekanisme pembuatan RPJMD. WH-Andika dapat dikatakan melanggar etika dalam pembuatan kebijakan publik," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ifan Novrianto menilai, bahwa banyak calon Kepala Daerah yang kurang memperhatikan penyusunan Visi dan Misinya. Bahkan, kata Novrianto, Visi dan Misi calon Kepala Daerah terlihat tipis hanya berisi 2 dan 3 lembar.
“Visi dan Misi itu Kepala Daerah bukan seperti menuliskan cita-cita anak kecil. Kamu nanti kalau besar mau jadi apa? Jadi presiden. Lalu ditulis Visi dan Misi jadi presiden. Betul Visi dan Misi calon Kepala Daerah adalah cita-cita si calon, tapi cita-cita itu didasarkan pada gambaran umum dan persoalan yang ada di daerah dia nyalon," tutupnya.
“Janji berupa berobat gratis pakai e-KTP dan pendidikan gratis itu tidak masuk ke Visi dan Misi WH Andika. Jadi bagaimana caranya WH-Andika dapat mewujudkan janji itu," ujar Fahrudin saat diwawancara usai menggelar Konferensi Pers di salah satu Restoran, Kota Serang, Kamis (27/06/19).
Fachrudin menilai, bahwa sebuah janji tidak akan menjadi sebuah kebijakan atau masuk di RPJMD, jika bukan kebijakan dan masuk ke dalam Visi Misi WH Andika.
"Jika dipaksakan, maka WH-Andika dapat dikatakan melanggar mekanisme pembuatan RPJMD. WH-Andika dapat dikatakan melanggar etika dalam pembuatan kebijakan publik," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ifan Novrianto menilai, bahwa banyak calon Kepala Daerah yang kurang memperhatikan penyusunan Visi dan Misinya. Bahkan, kata Novrianto, Visi dan Misi calon Kepala Daerah terlihat tipis hanya berisi 2 dan 3 lembar.
“Visi dan Misi itu Kepala Daerah bukan seperti menuliskan cita-cita anak kecil. Kamu nanti kalau besar mau jadi apa? Jadi presiden. Lalu ditulis Visi dan Misi jadi presiden. Betul Visi dan Misi calon Kepala Daerah adalah cita-cita si calon, tapi cita-cita itu didasarkan pada gambaran umum dan persoalan yang ada di daerah dia nyalon," tutupnya.
