NEWS

Usai Bukber, KAHMI Bahas Formulasi Pemimpin Daerah Transformasional di Kabupaten Serang

MW Kahmi Banten saat menggelar diskusi lepas tentang "Mencari Formulasi Pemimpin Daerah yang Transformasional di Kabupaten Serang", Sabtu (1/5). (Foto: Dok. Kahmi)
BantenEkspose.com - Agenda buka puasa bersama dan santunan anak yatim merupakan tradisi Korp Alumni HMI (Kahmi) dari tahun ke tahun, sementara santunan anak yatim adalah bagian dari implementasi yang diperintahkan Allah SWT dan nilai-nilai dasar perjuangan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh MN Kahmi Nasional diwakili Ismet, Majelis Penasehat MW Kahmi Banten KH. Sofian Rosada, Koordinator Presidium MW Kahmi Banten H. Udin Saparudin. 

Selanjutnya, setelah buka puasa bersama diisi dengan diskusi lepas dengan tajuk “Mencari Formulasi Pemimpin Daerah yang Transformasional di Kabupaten Serang”, di Sekretariat MW Kahmi Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (1/6/2019) sore.

MN Kahmi Ismet memberikan pandangan, bahwa masyarakat hari ini masih pada pusaran pragmatisme dalam memilih, akan tetapi masih ada waktu untuk partai bisa merumuskan pilihan-pilihan. "Saya berharap dari kader HMI atau MD Kahmi Kab. Serang menampilkan sosok yang mumpuni pada perhelatan Pilkada Kabupaten Serang ke depan," ujar dia dalam siaran persnya kepada BantenEkspose.com, Sabtu (1/6/2019) petang.

Penasehat MW Kahmi Banten KH. Sofian Rosada juga mengatakan, Banten atau Kabupaten Serang jika ingin maju harus kembali pada sejarah kesultanan Banten. Ia merasa bangga bahwa Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim sudah menunjukan komitemennya dengan dibangunnya simbol sejarah kesultanan Banten. Meski begitu, dirinya meyakini Banten akan kembali pada kejayaanya.

"Ditambah dengan Kader HMI yang turut membantu sebgai agen perubahan sangat penting untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang berakhlakul karimah," imbuhnya.

Sementara, Presidium MW Kahmi A. Jazuli Abdillah mengungkapkan, MD Kahmi Kabupaten Serang sedang menjalankan Teori Aristoteles “Dengan Berfikir Maka Kami Kuat”. Menurutnya, bicara tema diskusi kegiatan ini bahwa sistem demokrasi hari ini baik Pilgub, Pilbup maupun Pilkot masih berpihak pada pemilik modal dan tidak berpihak terhadap para aktivis sosial. Sedangkan, kata Udin, Kahmi dan HMI sebagai civil society berada pada “midle class” yang memediasi dan menjernihkan kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan lainnya. 

"Provinsi Banten hari ini sudah memiliki pemimpin transformasional di bawah kepemimpinan (Dr. Wahidin Halim. M.Si)," katanya.

Selain itu, Presidium MD Kahmi Kabupaten Serang Dwi Nopriadi Atma Wijaya menambahkan, diskusi ini bagian dari komitmen Kahmi sebagai civil society yang terdidik untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa mencari format pimpinan daerah tranformasional harus berangkat dari kekuatan moral.

"Kemudian wacana dalam diskusi ini akan terus berlanjut pada waktu dan momen lain untuk menemukan konklusi pemimpin transformasional bagi masyarakat Kabupaten Serang," tutupnya. (Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar