Nilai Kinerja WH-Andika, Relawan Bikin Tim Kajian Dua Tahun Kepemimpinan WH-Andika
0 menit baca
Bantenekspose.com - Beredarnya isu kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang dinilai tidak sinergis, para Relawan WH-Andika, membentuk Tim kajian Dua Tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjawab persoalan tersebut.
Koordinator Tim Kajian, Ucu Nur Arif Jauhar menjelaskan, dengan membentuk Tim kajian ini, agar tidak menimbulkan friksi (perpecahan, red) di masyarakat Banten, terkait beredarnya isu kinerja Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
"Kita membuat kajian ini suapaya tidak ada isu. Ini WH kinerjanya lambat. Andika tidak dilibatkan. Inikan cuma isu-isu aja. Tetapi dengan adanya kajian ini, Insya Allah akan selesai dibulan September nanti," ujar ucu, Senin (17/06/19).
Dikatakan Ucu, kajian ini diharapkan untuk menjawab persoalan kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah berjalan selama dua tahun. Sementara, kajian ini memerlukan waktu yang cukup lama. Sebab, atas nama relawan tidak bisa gegabah dalam mengkaji atau berbicara asal-asalan.
"Kita tunggu di bulan September. Apakah ada friksi atau tidak, nanti kita bicarakan disitu. Kalau memang WH jelek ya jelek. Kalau emang baik iya baik. Kalau pun ternyata Andika tidak dilibatkan dalam kebijakan, nanti akan terlihat. Ada analisa kita. Kita disini mencoba menengahi saja," jelasnya.
Selain itu, Ucu menilai, ada beberapa kejanggalan dalam proses pelelangan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan analisa terlebih dulu. Menurutnya ada Dinas, terkait yang tidak menerima pelelangan tersebut.
"Tiba-tiba pokjanya malah mengulang-ulang lelang. Ini kita belum dapat data yang terinci. Nah ini bisa indikasi beberapa orang. Wah ini rebutan antara dua kelompok. Kita bisa belum berani mengatakan itu," kata Ucu
Pada prinsipnya, lanjut Ucu, persoalan ini menjadi tanggung jawab para relawan WH-Andika. Untuk itu, Tim kajian akan menentukan jawaban pada bulan September sampai Oktober yang akan datang.
"Tunggu di bulan september aja. Apakah relawan menilai WH dan Andika itu masih padu atau tidak. Tunggu di bulan Sebtember atau Oktober. Nanti para relawan kita menentukan sikap," pungkasnya. (Marino AS)
Koordinator Tim Kajian, Ucu Nur Arif Jauhar menjelaskan, dengan membentuk Tim kajian ini, agar tidak menimbulkan friksi (perpecahan, red) di masyarakat Banten, terkait beredarnya isu kinerja Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
"Kita membuat kajian ini suapaya tidak ada isu. Ini WH kinerjanya lambat. Andika tidak dilibatkan. Inikan cuma isu-isu aja. Tetapi dengan adanya kajian ini, Insya Allah akan selesai dibulan September nanti," ujar ucu, Senin (17/06/19).
Dikatakan Ucu, kajian ini diharapkan untuk menjawab persoalan kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah berjalan selama dua tahun. Sementara, kajian ini memerlukan waktu yang cukup lama. Sebab, atas nama relawan tidak bisa gegabah dalam mengkaji atau berbicara asal-asalan.
"Kita tunggu di bulan September. Apakah ada friksi atau tidak, nanti kita bicarakan disitu. Kalau memang WH jelek ya jelek. Kalau emang baik iya baik. Kalau pun ternyata Andika tidak dilibatkan dalam kebijakan, nanti akan terlihat. Ada analisa kita. Kita disini mencoba menengahi saja," jelasnya.
Selain itu, Ucu menilai, ada beberapa kejanggalan dalam proses pelelangan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan analisa terlebih dulu. Menurutnya ada Dinas, terkait yang tidak menerima pelelangan tersebut.
"Tiba-tiba pokjanya malah mengulang-ulang lelang. Ini kita belum dapat data yang terinci. Nah ini bisa indikasi beberapa orang. Wah ini rebutan antara dua kelompok. Kita bisa belum berani mengatakan itu," kata Ucu
Pada prinsipnya, lanjut Ucu, persoalan ini menjadi tanggung jawab para relawan WH-Andika. Untuk itu, Tim kajian akan menentukan jawaban pada bulan September sampai Oktober yang akan datang.
"Tunggu di bulan september aja. Apakah relawan menilai WH dan Andika itu masih padu atau tidak. Tunggu di bulan Sebtember atau Oktober. Nanti para relawan kita menentukan sikap," pungkasnya. (Marino AS)
