Lebak Masuk Daerah Rawan Narkoba, Wabup Lebak Sambut Kerjasama Dengan BNN Banten
0 menit baca
Bantenekspose.com- Banten merupakan wilayah strategis untuk peredaran narkoba. Hal itu
dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol
Tantan Sulistyana saat kunjungannya ke Kabupaten Lebak.
Tantan juga menyebut,
bahwa Lebak merupakan salah satu daerah
yang rawan, karena aksesibilatas yang mudah dan salah satu daerah wisata. "Tidak
hanya wilayah lintasan, tapi juga wilayah trasnsit bahkan produksi juga," ujar
Tatan di Pendopo Kabupaten Lebak, Kamis (20/20/06).
Tantan mengemukakan hal tersebut,
karena adanya temuan pembuatan narkoba jenis PCC, lengkap dengan alat
produksinya beberapa waktu lalu di Kabupaten Lebak. PVC sendiri merupakan salah
satu narkotika kelas satu.
Selain itu, Tantan juga
mengatakan bahwa Lebak merupakan jalur alernatif mengingat sering dilakukan
operasi penangkapan di jalur-jalur utama.
"Jika gencar dijalur-jalur
utama maka akan berpotensi melalui jalur Lebak, sebagai jalur alternatif," tambahnya.
Karena hal tersebut, BNN
Provinsi Banten meminta Pemkab Lebak meningkatkan kerjasama melakukan
upaya-upaya pencegahan dengan meningkatkan peran serta masyarakat, menginat
bahaya narokba dapat menyasar siapa saja tanpa mengenal profesi.
Wakil Bupati Lebak Ade
Sumardi menyambut baik upaya BNN untuk menjadikan Lebak sebagai wilayah yang
bersih narkoba menjelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tanggal 26
Juni mendatang, dengan melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan,
Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN) secara rutin di sekolah-sekolah.
"Untuk meningkatkan
kewaspadaan terhadap peredaran narkoba, kami akan melakukan pelatihan kepada
setiap pegiat pendidikan agar dapat melakukan deteksi dini penyalgunaan
narkoba," ujarnya.
Demi mewujudkan generasi
milenial sehat tanpa narkoba, Wabup mengatakan akan serius memberantas peredaran
narkoba di Lebak, dengan membuat kader di tiap desa.
"Kita nanti akan menyiapkan
kader anti narkobadi tiap desa, yang dibekali dengan ilmu strategi pencegahan
penyalahgunaan narkoba," tutup Ade. (ADH_Humas/red)
