Ani Yudhoyono Wafat, Kader Demokrat Banten Gelar Do'a Bersama
0 menit baca
![]() |
| Kader dan partisipan menggelar do'a bersama untuk kepergian istri Ketum Demokrat Ani Yudhoyono, di Sekretariat DPD Banten, Kota Serang. |
Bentuk kesedihan dan loyalitas terhadap istri Ketua Umum Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten menggelar doa bersama dan tahlilan, di sekretariat DPD Demokrat Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, dan diikuti oleh beberapa kader partai, serta para caleg partisipan.
"Jam 11:00 melalui staf ahli, sedih sudah di anggap ibu, dan ibu sosoknya sederhana dan mengayomi dan langsung ngasih motivasi ke kita, ya orangnya hambel gitu," kenang Eko Susilo Sekjen DPD Demokrat Provinsi Banten.
Ia menuturkan, rencananya untuk pemakaman akan dilaksanakan esok hari, Ahad 2 Mei 2019 di pemakaman Pahlawan Kalibata, Jakarta.
"Kita akan perwakilan dari ketua DPD, dan ketua DPC se-Banten, Bu Iti sudah di Jakarta," ucapnya.
Eko menambahkan, rencananya tahlilan akan dilaksanakan setelah bulan ramadhan. "Akan dilakukan tujuh hari ataupun 40 hari usai lebaran," katanya.
Ia menceritakan, (Alm) Ani Yudhoyoni itu ke Banten terakhir Juli 2019 tur di Banten SBY, masih dalam kondisi sehat dan bisa beraktifitas.
"Sehat dan saat itu juga tidak menduga dan pak SBY, bu Ani juga (alm) tidak menduga adanya itu," imbuhnya.
Berikut Pernyataan Pers Keluarga Besar Yudhoyono Atas Wafatnya Ibu Ani Yudhoyono:
Saya, Agus Harimurti Yudhoyono, mewakili Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga besar Yudhoyono mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas perhatian dan ucapan duka cita, dari para sahabat maupun masyarakat Indonesia, atas wafatnya Ibu Negara ke-6 RI yang juga Ibunda kami tercinta Ny. Hj. Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo atau Ibu Ani Yudhoyono dalam usia 67 tahun, pada hari Sabtu, 1 Juni 2019, 27 Ramadan 1440 H, pukul 11.50 waktu Singapura.
Ibu Ani berjuang melawan kanker darah, yang baru terdeteksi sejak pertengahan Februari lalu. Keberadaan Bapak SBY dan keluarga yang selalu mendampingi, perhatian dan doa dari para sahabat maupun masyarakat Indonesia, serta upaya medis terbaik yang dilakukan tim dokter Kepresidenan dan tim dokter National University Hospital (NUH) Singapura, membuat Ibu Ani selalu bersemangat, berjuang dari hari ke hari, untuk sembuh. Namun, Allah SWT punya kehendak yang lebih baik bagi Ibu Ani.
Atas nama keluarga, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya ada ucapan atau tindakan Almarhumah, Ibunda kami, yang mungkin pernah menciderai perasaan Bapak, Ibu, saudara sekalian.
Kami mohon doa agar Allah SWT mengampuni dosa beliau dan melapangkan kubur beliau.
Kami, anak-anaknya, menyaksikan bahwa Ibu Ani adalah seorang muslimah yang baik, yang selalu memperhatikan Bapak SBY dan kami, anak-anak, menantu dan cucu-cucu beliau serta masyarakat Indonesia.
Sampai akhir hayatnya, beliau selalu mengikuti perkembangan di tanah air, ikut bersuka manakala rakyat senang, ikut berduka saat rakyat ditimpa kesusahan.
Jenazah almarhumah Ibu Ani Yudhoyono akan kami mandikan pada hari ini, untuk kemudian disemayamkan di Kedutaan Besar RI di Singapura.
Besok, pukul 7 pagi waktu Singapura, jenazah Ibu Ani akan diterbangkan ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan akan disambut dengan upacara militer, mengingat semasa hidupnya beliau adalah pemegang Bintang Jasa Adipradana.
Selanjutnya, jenazah diantar ke persemayaman terakhir di kediaman kami di Cikeas, untuk memberi kesempatan bagi para sahabat dan masyarakat yang ingin menyampaikan duka cita.
Besok siang, almarhumah Ibu Ani Yudhoyono akan dimakamkan dengan upacara kehormatan militer di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Demikian pernyataan keluarga.
Hormat kami
Singapura, 1 Juni 2019
(Agus Harimurti Yudhoyono)
Penulis: Emde
