NEWS

Usai Hardiknas, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Gedung Kemenristekdikti

Bantenekspose.com - Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Nasional Pemuda Mahasiswa Indonesia (KANPMI) masih tetap bertahan di depan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. 

Diketahui, aktivis mahasiswa ini sudah memasuki hari ke empat, sejak aksi hari pendidikan nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2019. Sejak hari itu pula mereka mendirikan tenda di depan Kemenristekdikti, Jakarta Pusat.

"Jika ditanya kapan bubar, kami akan jawab, apabila tuntutan kami dipenuhi. Bila aparat lancang membubaran barisan, kami akan kembali ke tempat yang sama," tegas koordinator KANPMI M Arira Fitra alias Birek, dalam siaran persnya yang diterima Banten Ekspose, Ahad (6/5/2019) malam. 

Adapun tuntutan KANPMI, lanjut Birek, masih sama dengan yang disuarakan pada Hardiknas yakni cabut Lermenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

"Berikan kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berorganisasi, wujudkan kebebasan akademik yang sejati, hentikan tindak represi di dunia pendidikan, hentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan, libatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan, transparansi biaya pendidikan, hentikan diskriminasi terhadap perbedaan orientasi seksual, hentikan kekerasan dan pelecehan seksual dalam dunia pendidikan, dan hapuskan jam malam dalam kampus," tegasnya lagi.

Selain itu, tegas Birek, bahwa gerakan KANPMI tidaklah berdiri sendiri. Tuntutan yang diajukan pun bukan kepentingan bersifat elitis dan hanya dibutuhkan segelintir orang. "Karena itu, kami mahasiswa tidak akan mampu mewujudkan pendidikan yang ideal tanpa dukungan elemen lain, khususnya pemuda dan buruh," ujarnya. 

Kendati demikian, KANPMI berupaya mengumpulkan dukungan dari berbagai organisasi diantaranya, Mahasiwa Papua Kupang, LMND, Pembebasan Ternate, Federasi Pelajar Jakarta, Barisan Tani Gorontalo, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Komite Tolak Penggusuran Kapuk Poglar, Federasi Buruh Transportasi dan Pelabuhan Indonesia, Kusara, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), dan Warga Jakarta yang memberi berbagai bantuan logistik untuk massa aksi. 

"Meski dengan banyaknya dukungan tersebut, kami masih terbentur di gerbang Kemenristekdikti yang ditutup rapat sejak kedatangan kami. Sesekali kami di hadapkan dengan satpam berwajah datar atau aparat kepolisian dari balik gerbang. Oleh karena itu, kami mengundang berbagai elemen lain untuk bergabung dengan barisan kami," ajak Birek dalam seruan aksinya. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar