Soal Tahapan Pemilu dan Tungsura di Banten, Ini Kata Sekretaris MUI Kota Serang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sekretaris
MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam
penyelenggaraan Pemilu 2019, khususnya jajaran Bawaslu dan KPU seluruh
tingkatan di Provinsi Banten, atas terselenggaranya pelaksanaan tahapan Pemilu
2019 secada aman, damai, sejuk tanpa kecurangan.
"Tahapan Pemilu dan
penghitungan suara hasilnya di Banten sudah terlaksana sangat baik tertib dan
aman, tanpa ada kecurangan. Hal ini disaksikan oleh saksi partai-partai, perseorangan,
dan elemen masyarakat luas serta unsur perwakilan kontestan lainya,” kata Amas
disela-sela sidang pleno KPU, rekapitulasi suara tingkat Provinsi Banten, Ahad
(12/5/2019).
Sebagai bagian dari masyarakat Banten, Amas juga mengucapkan terimaksih dan penghargaan kepada aparat Kepolisian Resort Kota Serang, Polda Banten dan TNI diwilayah hukum Banten. “Berkat kerja keras dan sabar, mereka telah menunjukan kinerjanya secara baik dan profesional, sehingga pemilu dan penghitungan hasil pemilu, terlaksana aman dan damai,” tutur Amas.
Pada kesempatan
tersebut, Amas mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersabar
dan menunggu keputusan final KPU, tentang penetapan hasil suara Pemilu 2019
"KPU adalah
lembaga yang bertugas sesuai dengan amanat UU dalam hal penetapan hasil pemilu.
Oleh karena itu kita percayakan kepada KPU. Bahwa, masih ada masyarakat yang
belum puas terhadap hasil pemilu dan isu kecurangan, maka sebaiknya ditempuh
melalui jalur hukum, sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga tidak perlu
menebar isu hoax fitnah ujaran kebencian dan lain lain,” ujar Amas.
Amas yang juga
menjabat Sekretaris PWNU Banten, mewanti-wanti agar masyarakat agar tidak
terprovokasi oleh isu isu yang merugikan dan membahayakan masyarakat, bangsa dan
negara, anarkhis, radikal, inkonstitusional, memaksakan kehendak (people
power).
“Bangsa kita Indonesia
adalah bangsa yang memiliki budaya, akhlak, sopan santun. Karena itu,
sampaikanlah saran dan pendapat kepada siapapun dengan lembut berperadaban dan
bukan provokasi negatif,” pesan Amas (red)
