NEWS

Soal Madarasah Al-Khoriyah, Ini Jawaban Pihak Kemenag Pandeglang

BantenEkspose.com - Menyoal masih adanya bangunan yang berdinding bilik dan beralaskan tanah, salah satunya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khoriyah di Kampung Baru, Desa Waringin Jaya, Cigeulis Kabupaten Pandeglang, ditanggapi Bagian Humas dan Umum pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pandeglang

Menurut Nursaid Sidik, MI Al-Khoriyah tersebut dibangun atas usulan. Pada saat didirikan bangunan tesebut kondisinya masih bilik, kemudian tahun 2015/2016 mendapatkan bantuan dari Kanwil. Setelah itu dibangun menjadi kelas permanen. 

"Saya belum pernah kesana sih, tapi saya pantau terus," kata Said kepada wartawan Banten Ekspose saat ditemui di ruangan kerjanya.

Dikatakan Said, untuk pengajuan bantuan tersebut ada ketentuanya. Sementara bagi yang sudah mendapatkan bantuan harus diistirahatkan dulu, tidak boleh berturut-turut. 

"Nah, kalau dia mau dapat lagi. Kan sudah istirahat berapa tahun tuh 17, 18 sudah 2 tahun. Pokoknya nanti 2019 ngajuin lagi. Karena sekarang untuk mengajukan bantuan itu teraplikasi online dan sekarang yang punya alokasi anggaran untuk membantu hanyalah pusat, kabupaten tidak punya," teran Said

Said menyebutkan, alokasi anggaran bangunan fisik di tingkat provinsi juga untuk tahun ini sudah tidak ada. Tetapi dirinya menyarankan untuk mencoba, karena Said pernah bertanya hal itu kepada Kasi Sarana dan Prasarana pada Kanwil Banten.

"Tahun ini kita belum. Enggak tahu, mungkin di akhir tahun ini atau gimana. Tapi kalau mau mengajukan ya silahkan saja, ada aplikasinya melalui Simsarpas (sistem informasi sarana dan prasarana), nanti langsung terakses dengan pusat. Jadi siapapun yang dianggap oleh pusat layak dan anggaranya memungkinkan akan di bantu, terutama yang kelihatan masih bilik dan yang lantainya masih tanah," kata Said.

Said menambahkan, Kemenag Kabupaten Pandeglang merupakan instansi vertikal. Artinya, segala kebijakannya ada di pusat. Sementara kalau tahun ini tidak diberikan anggaran, maka pihaknya tidak bisa memberikan bantuan. 

"Sudah sejak 2012 kita sudah tidak punya alokasi untuk bantuan fisik. Hibah pun kita terima dari pihak kabupaten. Tapi itu bukan untuk bantuan fisik, tapi untuk oprasional dan itu bukan untuk pendidikan formal tapi untuk MDA dan pondok pesantren," tutup Said. 

Laporan: Alfa
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar