Soal Kecelakaan di Jalanan, Ini Kata Satpam PT Maju Murni Jaya
0 menit baca
BantenEkspose.com -
Kecelakaan lalulintas di Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Palima, Kota Serang,
pada Sabtu 3 Mei 2019 lalu yang melibatkan dua Bus Murni dan satu mobil Boks Isuzu
rusak parah. Bahkan insiden tersebut merenggut korban.
Pasca kejadian, wartawan Banten
Ekspose mencoba medatangi kantor perusahaan PT Maju Murni Jaya yang berlokasi
di Bama Labuan, Pandeglang untuk melakukan konfirmasi kepada kepala perusahaan
mengenai kecelakaan tersebut.
"Bapaknya sedang tidak ada
di tempat, kalau mau ketemu nanti saja datang lagi ke sini jam 08:00
malam," ujar Warsidi salah satu satpam PT Maju Murni Jaya, Selasa (7/5/2019)
pagi.
Pantauan di lapangan, kondisi
perusahaan yang begitu sepi dan hanya ada beberapa mobil bus yang terpakir di
halaman perusahaan, menjadikan awak media penasaran untuk masuk ke dalam
kantornya. Namun ketika meminta izin untuk masuk ke dalam kantor agar bisa
mewawancarai salah satu karyawannya, satpam tersebut tidak membolehkan masuk ke
dalam kantor.
Baca Juga:
"Mau ke mana pak, nggak
boleh masuk, di kantornya nggak ada siapa-siapa. Nanti saja datang lagi jam
08:00 malam," singkatnya.
Awak media kembali bertanya mengenai
kecelakaan yang dialami mobil Bus Murni Jaya di jalan raya Syekh Nawawi
Al-Bantani, Palima, Kota Serang, satpam tersebut enggan berkomentar banyak.
"Kalau kejadian seperti itu perusahaan tidak tahu-menahu, perusahaan hanya bertanggungjawab dalam kerusakan mobil, kalaupun ada korban itu sudah diurus oleh orang di perusaahan yang berada di lapangan," ujar Warsidi.
Tidak jauh dari tempat perusahaan
Murni Jaya, awak media pun kembali konfirmasi kepada salah satu sopir yang
mengendarai Bus Murni Jaya, yang berada di terminal Labuan mengenai kecelakan
tersebut.
"Kalau kronologi
kecelakaanya saya tidak tahu. Tapi kalau dengar kecelakaannya, saya tahu dari
teman-teman yang lain,” ucap Anjul, salah satu sopir Bus Murni Jaya.
Banyaknya kabar berita terjadinya
kecelakaan tersebut akibat dari kejar setoran. Lalu awak media kembali
menanyakan kebenaran tersebut kepada Anjul selaku sopir Bus Murni Jaya.
"Ya mungkin kejar setoran,
kan setoran di target. Misalkan target setoran itu sembilan ratus ribu misalkan,
kita tidak ada segitu KS sebutnya (hutang setoran). Ya, kalau misalkan kita
nggak nombokin segitu besok kita nggak jalan,” ungkap Anjul
