Rencana Industrialisasi, GP Ansor Kasemen Gelar Diskusi
0 menit baca
BantenEkspose.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah mencanangkan pembangunan kawasan industri di Kecamatan Kasemen, dengan dalih untuk mengurangi angka pengangguran bagi masyarakatnya.
Tujuan orang nomor satu di Kota Madani ini bukannya tidak baik karena untuk mengurangi angka pengangguran. Namun, aktivis mahasiswa menyarankan bahwa Pemkot Serang juga harus mendorong industri yang berkaitan dengan karakteristik masyarakat tersebut.
"Kalau misalkan di sana masyarakatnya petani, yang didorong industrialisasinya ya sektor pertanian. Misalkan menyediakan ruang pasar, supaya produksi yang dihasilkan oleh petani ini bisa laku di pasaran. Itu yang harus di dorong oleh pemkot," kata ketua Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT), Samsul Ma'arif.
Samsul melanjutkan, Serikat Mahasiswa Sosialisas Demokratik (SWOT) bukan tidak mendukung terhadap rencana Pemkot Serang yang akan membangun Kecamatan Kasemen sebagai kawasan industri. Namun disisi lain juga harus diperhatikan dari sisi manfaat dan mudaratnya.
"Itu bagus kalau betul-betul ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Itukan wacana awalnya yang akan di bagun industri minapolitan. Industri minapolitan itu sesuai besik yang ada di situ," ujar Samsul, seusai melakukan diskusi mingguan bersama PAC GP Ansor Kasemen, disebuah Cafe, Kota Serang, Rabu malam, (15/0519).
Sejauh ini, kata Samsul, seperti yang disampaikan dalam dialog banyak contoh-contoh pemerintah yang gagal dalam wacana pembangunan industri tersebut. Seperti, di Kabupaten Serang dan Pandeglang.
"Itu sudah ada wacana pembangunan industri minapolitan yang gagal, Itu yang kami lihat. Tetapi, sejauh ini kami belum melihat dengan jelas konsep yang dibangun dan akan di kembangkan oleh Walikota ini seperti apa?," pungkasnya.
Laporan: Marino AS
Tujuan orang nomor satu di Kota Madani ini bukannya tidak baik karena untuk mengurangi angka pengangguran. Namun, aktivis mahasiswa menyarankan bahwa Pemkot Serang juga harus mendorong industri yang berkaitan dengan karakteristik masyarakat tersebut.
"Kalau misalkan di sana masyarakatnya petani, yang didorong industrialisasinya ya sektor pertanian. Misalkan menyediakan ruang pasar, supaya produksi yang dihasilkan oleh petani ini bisa laku di pasaran. Itu yang harus di dorong oleh pemkot," kata ketua Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT), Samsul Ma'arif.
Samsul melanjutkan, Serikat Mahasiswa Sosialisas Demokratik (SWOT) bukan tidak mendukung terhadap rencana Pemkot Serang yang akan membangun Kecamatan Kasemen sebagai kawasan industri. Namun disisi lain juga harus diperhatikan dari sisi manfaat dan mudaratnya.
"Itu bagus kalau betul-betul ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Itukan wacana awalnya yang akan di bagun industri minapolitan. Industri minapolitan itu sesuai besik yang ada di situ," ujar Samsul, seusai melakukan diskusi mingguan bersama PAC GP Ansor Kasemen, disebuah Cafe, Kota Serang, Rabu malam, (15/0519).
Sejauh ini, kata Samsul, seperti yang disampaikan dalam dialog banyak contoh-contoh pemerintah yang gagal dalam wacana pembangunan industri tersebut. Seperti, di Kabupaten Serang dan Pandeglang.
"Itu sudah ada wacana pembangunan industri minapolitan yang gagal, Itu yang kami lihat. Tetapi, sejauh ini kami belum melihat dengan jelas konsep yang dibangun dan akan di kembangkan oleh Walikota ini seperti apa?," pungkasnya.
Laporan: Marino AS
