NEWS

Sejak 2007, Masyarakat Baduy Minta Pemprov Banten Keluarkan Perda Desa Adat

Bantenekspose.com - Masyarakat adat Baduy meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) terkait Desa Adat di kawasan Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabuapten Lebak. 

Hal itu disampaikan Ayah Saidi Putra, selaku tokoh adat Baduy juga Jaro Tanggungan 12, saat prosesi upacara adat dalam acara Seba Baduy, di Musieum Negeri Banten, Kota Serang, Ahad (5/5/2019).

"Untuk payung hukum Perda Desa Adat, karena kami berkali-kali dari 2007 bukan hanya membentuk Desa Adat, tapi mohon di Perda-kan untuk Desa Adat masyarakat Baduy, khususnya Desa Kanekes," tegas Ayah Saidi.

Saidi kembali menegaskan, dari sekitar 358 desa di Kabupaten Lebak mungkin tidak ada lagi desa yang seperti Baduy. Maka dari itu, tolong segera diperdakan. Menurutnya, yang disebut desa adat itu adatnya sudah jelas, inilah yang disebut kekayaan pemerintah atau negara. 

"Walaupun kami tinggal di Baduy tetap warga negara dan haruas dilestarikan segala-galanya. Mohon direspon masalah tentang keteguhan pengukuhan Desa Adat itu," pintanya dihadapan Bapak Gede atau Gubernur Banten, Wahidin Halim alias WH.

Menanggapi usulan tersebut, Bapak Gede atau Gubernur Banten mengabulkan perminataan tersebut. Meski begitu, WH meminta kepada Sekda Banten dan OPD terkait untuk melayani dan memenuhi keinganan masyarakat Baduy. 

"Minta Perda, bikin aja Perda. Minta Desa adat bikin Desa adat. Minta hutan coba kita liat apakah masih ada hutannya. Daripada dimakanin macan-macan atau singa yang berwujud manusia, habis nanti pohon-pohon ditebangin," ujar WH dalam sambutannya.

Selain itu, orang nomor satu di Tanah Jawara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan masyarakat Baduy. Menurut WH, masyarakat Baduy harus menjadi contoh di Banten. Karena warganya damai, tenang, harmonis, saling menghargai, bergotongroyong, dan menjadi masyarakat yang tidak merusak alam.

"Masyarakat Baduy ini tidak merusak lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan, dan tidak mencemari sungai. Ini harus menjadi contoh bagi saya, dan para pejabat. Terutama dalam kejujuran dan keikhlasannya," cetusnya.

WH juga berpesan, masyarakat Baduy harus tetap menjaga kelestarian, dan tidak terpengaruh oleh kedatangan warga asing yang masuk ke daerahnya. "Alamnya juga harus dijaga betul, saya dengar kabarnya masyarakat Baduy kekurangan lahan untuk menanam. Jangan sampai tambang emas juga masuk ke Baduy, punah nanti adat Baduy. Sebagai Gubernur saya wajib mempertahankan dan menjaga kelestarian adat istiadat Baduy," ucap WH, disambut tepuk tangan pejabat Pemprov dan masyarakat Baduy serta tamu undangan lainnya. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar