NEWS

Darmawandi: Rencana Industrialisasi Kasemen Picu Pro Kontra di Masyarakat

Ketua GP ANSOR Kec.Kasemen Darmawandi. (foto: Marino AS/BE)
BantenEkspose.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kasemen menilai, Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang akan menyulap Kasemen sebagai kawansan industri, justru terobosan itu bukanlah solusi terbaik, melainkan memicu persoalan baru di masyarakat. Artinya, menimbulkan pro dan kontra terhadap masyarakat sekitar.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kasemen, Darmawandi menjelaskan, dua hari yang lalu pihaknya melakukan advokasi khususnya di daerah sawah luhur, untuk meminta pendapat kepada masyarakat terkait rencana Pemkot Serang yang akan membangun kawasan industri di wilayahnya.

"Ya, sudah terlihat tanda-tanda yang menjadi rata. Saya meminta pendapatnya dari masyarakat sekitar, bahwa masyarakat sekitar juga memang ada yang mengatakan negatif dan juga ada yang mengatakan positif," ujar Dermawan sapaan akrab Darmawandi saat berbincang dengan BantenEkspose.com, belum lama ini.

Dermawan menuturkan, bahwa berdirinya kawasan industri di Kasemen apakah mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar? Sebab, menurutnya, melihat keadaan saat ini banyak industri seperti di Kabupaten Serang, itu banyak yang menyerap tenaga kerja dari luar daerah.

"Dikhawatirkan tidak mampu menyerap angka pengangguran di Kasemen. Menurut yang sudah-sudah, industri yang berdiri itu sering sekali menyerap tenaga kerja dari luar daerah," imbuhnya.

Dermawan kembali mengatakan, bahkan dari perspektif para nelayan pun 100 persen murni itu negatif. Karena, menurut nelayan selama ini industri yang tempatnya berada di Merak ataupun di wilayah Kota Cilegon telah merusak sumberdaya laut yang dapat merugikan penghasilan bagi para nelayan sekitar.

"Dalam dua tahun terakhir ini, para nelayan tidak mendapatkan udang. Adapun udang-udang yang di jual di pasar, khususnya di PasarKkarangantu itu udang tambak, bukan udang dari laut, seperti itu," terangnya.

Dampak negatif dalam pembangunan Industri tersebut, lanjut Dermawan,tentu akan terjadi pembuangan limbah industri sembarangan. Sementara, banyak contoh yang terdampak limbah seperti di Kabupaten Serang.

"Efek terhadap masyarajat itu belum tahu persis, kalau kita lihat statement dibeberapa media itu, Pemkot Serang akan mengurangi angka pengangguran," ungkap Dermawan.

Pertanyaannya, kata Dermawan, klasifikasi pengangguran yang mana, yang harus dikurangi? Apakah pengangguran asing? Apakah pengangguran pribumi yang ada di sekitar? Itu belum jelas terlihat.

"Kita juga secara sadar bahwa masyarakat di sekitar sepertinya sudah lelah bertani, kayak pemuda-pemudanya itu kita harus akui secara riil. Istilahnya itu nggak jamannya lagi bertani," kata dia.

Dermawan juga menyarankan, rencana Pemkot Serang dalam membangun industri itu agar tidak semena-mena, kemudian harus melalui kajian Amdal yang jelas. Sehingga tidak menimbulkan kerugian besar terhadap masyarakat sekitar dan dapat menyerap tenaga individu (lokal-red) yang belum memiliki pekerjaan.

Laporan: Marino AS
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar