NEWS

Peringati Hardiknas, Ampera Turun ke Jalan

BantenEkspose.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Rakyat (Ampera) kembali turun ke jalan, menyoal sistem pendidikan yang diterapkan di Tanah Air. Mereka menilai persoalan yang dihadapi dari tahun ke tahun tak lepas dari komersialisasi dan diskriminasi pendidikan.

Korlap aksi, Rafli Maulana menyebutkan, ditengah penghisapan yang sedemikian hebat, pemuda pun harus kehilangan kesempatan untuk dapat berpartisipasi penuh dalam mengembangkan kebudayaan masyarakatnya.

Menurut presiden mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini, situasi tersebut akibat dari mahalnya biaya pendidikan yang terus meningkat, terbatasnya kuota penerimaan peserta didik disetiap jenjang pendidikan serta berbagai bentuk diskriminasi dalam penerimaan pesrta didik baru.

Berdasarkan data BPS 2017, lanjut Rafli, bahwa dari 258 juta jiwa penduduk Indonesia terdapat 62,4 juta jiwa adalah pemuda usia 16-35 tahun. 35 juta dari mereka yang usia kuliah pada usia 18-25 tahun yang terserap ke dalam jenjang pendidikan tinggi tidak lebih dari 4,8 juta.

"Selain bentuk-beNtuk diskriminasi yang terjadi di sektor pendidikan, ternyata salah satu faktor merosotnya penyerapan pemuda Indonesia masuk ke dalam jenjang pendidikan juga dikarenakan alokasi APBN yang masih belum mencukupi kebutuhan pendidikan Indonesia," ujar Rafli dalam orasinya, di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (2/5/2019).

Lebih jauh Rafli mengatakan, dalam krisis kapitalisme monopoli yang semakin akut, kebangkitan gerakan pemuda khususnya mahasiswa sangat menakutkan bagi imprealisme dan pemerintah reaksi di negara ini. Kata dia, peranan pemerintah bersama segenap perangkat di dunia pendidikan, baik dari kementrian hingga birokrasi kampus mencegah mahasiswa terhubung dengan tuntutan dan gerakan klas buruh dan kaum tani di pedesaan. 

"Karena itu, kampus-kampus menjadi sasaran utama penumpulan perjuangan dan juga berbagai bentuk tindakan fasis dengan melalui intimidasi, teror dan intimidasi," tegas dia.

Rafli kembali menegaskan, dalam momentum hari pendidikan nasional (Hardiknas) tahun ini, Ampera menuntut pemerintah wujudkan demokratisasi pendidikan, serta berikan pendidikan yang gratis, ilmiah dan mengabdi kepada rakyat. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar