Jangan Sia-siakan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
0 menit baca

Bantenekspose.com - Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan waktu
teristimewa. Sebab lailatul qadar terdapat pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Pada waktu itu,
banyak orang yang memaksimalkan ibadah guna mencapai keistimewaan lailatul qadar.
Namun jangan
sampai fokus beribadah sendiri hingga lupa memperingatkan orang lain. Seorang
muslim, terutama kepala keluarga dianjurkan untuk memperingati keluarganya shalat, sebagaimana firman Allah SAW:
“Dan perintahkanlah
kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.
Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan
akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (QS Thaha : 132)
Setelah ayat
ini turun, setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke rumah Fatimah RA dan Ali
RA untuk membangunkan mereka, seraya mengucapkan "as-shalah" (seruan untuk shalat). Turunnya ayat ini
memang ditujukan untuk Nabi SAW, namun syariatnya berlaku umum bagi seluruh
umatnya.
Pada sepuluh
malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin memperbanyak ibadahnya, tidak
hanya itu, beliau juga membangunkan keluarganya untuk melaksanakan qiyamul
lail, sebagaimana perkataan Aisyah RA:
“Nabi SAW apabila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya (dengan beribadah) dan membangunkan keluarganya” (HR Bukhari)
Perilaku
Nabi rupanya juga diikuti oleh para sahabat. Dalam Muwatha Malik disebutkan
bahwa Umar bin Khattab selalu shalat di setiap malam. Hingga ketika masuk akhir
malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat, seraya membaca QS Thaha ayat
132.
Perbuatan
Nabi dan Umar adalah bentuk tanggung jawab mereka terhadap keluarganya. Karena
seorang suami atau kepala keluarga adalah orang yang paling bertanggung jawab
atas keselamatan keluarganya, begitu pula keselamatan mereka dari api neraka.
Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS at-Tahrim:6)
sumber: Islami