Diduga Oknum Dewan Terlibat Proyek, KMPP Pandeglang Siap Kerahkan Massa
0 menit baca
BantenEkspose.com - Koalisi Masyarakat Peduli Pandeglang (KMPP) yang terdiri dari LSM Cobra Banten, AMS, Pemuda Muhammadiah, Aksdai, PPM, Kedaulatan Rakyat, LKP2M dan FAM Pandeglang menggelar teknikal lapangan (Teklap) untuk persiapan unjuk rasa yang akan digelar pada hari ini, Rabu (22/5/19)
Ketua LSM Cobra Banten, juga kordinator lapangan (korlap) aksi Dede Sulaeman mengatakan, bahwa dilakasanakannya teklap tersebut untuk persiapan aksi unjuk rasa. Dari hasil investigasi, pihaknya menduga ada sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, yang turut melakukan pengkondisian proyek lelang, bahkan turun tangan membagikan proyek ke sejumlah pengusaha yang siap membayar fee (jatah).
"Saya menduga masih adanya pemerasan terhadap para pengusaha dengan dalih setoran proyek yang dipinta oleh sejumlah kelompok dengan mengatasnamakan orang terdekat penguasa Pandeglang," ujarnya, Selasa malam (21/5/2019).
Dede menjelaskan, pada proses pembangunan di Kabupaten Pandeglang yang seharusnya bedasarkan kepentingan untuk kemajuan rakyat dan memberdayakan para pengusaha lokal, justru upaya itu tidak dilakukan. Bahkan terkesan dan terindikasi hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang atau kelompok yang diduga keras merupakan orang terdekat Bupati Pandeglang.
"Selain paket lelang, kami juga menemukan dugaan beberapa indikasi pengkondisian proyek Penunjukan Langsung (PL) di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) salah satunya di Dinas Perkim, Dinkes dan Dindikbud yang diduga dikuasai sejumlah kelompok termasuk oknum anggota DPRD Pandeglang," jelas Dede.
Ketua Muhammadiah Kabupaten Pandeglang, Ilma Fatwa meminta penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan memeriksa sejumlah orang yang diduga menjadi mafia proyek. Pihaknya juga ingin di Kota Sejuta Santri Seribu Ulama itu terbebas dari KKN.
"Saya akan terus mengawal persoalan ini sampai ke ranah hukum, agar tidak ada lagi mafia proyek di Pandeglang," tegas Ilma
Selain itu, ucap dia, dugaan adanya unsur permainan pemenang tender. Dengan kata lain, diduga modus operandinya adalah proyek yang akan dilelang sudah ditunggu pemenangnya, dan diduga kuat ada paket pengondisian untuk seseorang yang sudah disiapkan menjadi pemenang proyek.
"Ini adalah suatu kegagalan Bupati Pandeglang, yang tidak serius dalam membina serta memberdayakan pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Pandeglang," pungkas Ilma.
Sekedar infoemasi, rencana titik aksi tersebut yaitu di depan halaman Gedung Sekretariat Daerah (Setda) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta Kejakasaan Negeri (Kejari) Pandeglang.
Laporan: Alfa - Pandeglang
Ketua LSM Cobra Banten, juga kordinator lapangan (korlap) aksi Dede Sulaeman mengatakan, bahwa dilakasanakannya teklap tersebut untuk persiapan aksi unjuk rasa. Dari hasil investigasi, pihaknya menduga ada sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, yang turut melakukan pengkondisian proyek lelang, bahkan turun tangan membagikan proyek ke sejumlah pengusaha yang siap membayar fee (jatah).
"Saya menduga masih adanya pemerasan terhadap para pengusaha dengan dalih setoran proyek yang dipinta oleh sejumlah kelompok dengan mengatasnamakan orang terdekat penguasa Pandeglang," ujarnya, Selasa malam (21/5/2019).
Dede menjelaskan, pada proses pembangunan di Kabupaten Pandeglang yang seharusnya bedasarkan kepentingan untuk kemajuan rakyat dan memberdayakan para pengusaha lokal, justru upaya itu tidak dilakukan. Bahkan terkesan dan terindikasi hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang atau kelompok yang diduga keras merupakan orang terdekat Bupati Pandeglang.
"Selain paket lelang, kami juga menemukan dugaan beberapa indikasi pengkondisian proyek Penunjukan Langsung (PL) di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) salah satunya di Dinas Perkim, Dinkes dan Dindikbud yang diduga dikuasai sejumlah kelompok termasuk oknum anggota DPRD Pandeglang," jelas Dede.
Ketua Muhammadiah Kabupaten Pandeglang, Ilma Fatwa meminta penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan memeriksa sejumlah orang yang diduga menjadi mafia proyek. Pihaknya juga ingin di Kota Sejuta Santri Seribu Ulama itu terbebas dari KKN.
"Saya akan terus mengawal persoalan ini sampai ke ranah hukum, agar tidak ada lagi mafia proyek di Pandeglang," tegas Ilma
Selain itu, ucap dia, dugaan adanya unsur permainan pemenang tender. Dengan kata lain, diduga modus operandinya adalah proyek yang akan dilelang sudah ditunggu pemenangnya, dan diduga kuat ada paket pengondisian untuk seseorang yang sudah disiapkan menjadi pemenang proyek.
"Ini adalah suatu kegagalan Bupati Pandeglang, yang tidak serius dalam membina serta memberdayakan pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Pandeglang," pungkas Ilma.
Sekedar infoemasi, rencana titik aksi tersebut yaitu di depan halaman Gedung Sekretariat Daerah (Setda) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta Kejakasaan Negeri (Kejari) Pandeglang.
Laporan: Alfa - Pandeglang
