Soal Narkoba, Harus Jadi Perhatian Serius Semua Pihak
0 menit baca
![]() |
| Gambar: Infonarkoba.com |
BantenEkspose.com – Belakangan ini, peredaran narkoba di
Banten mulai marak. Nyaris dari pemberitaan media massa cetak dan online tak
luput dari pemberitaan penyalahgunaan narkoba. Tentu hal ini harus menjadi
perhatian serius bagi semua pemangku kebijakan, penegak hukum, akademisi serta
pendidik.
lin Rohmaniah S.Psi, pendidik
di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kota Serang turut prihatin melihat kondisi
tersebut, apalagi peredaran barang haram itu telah menyusup hingga ke dunia
pendidikan. Padahal, para pelajar adalah salah satu aset bagi negeri ini.
Menurut alumnus
Psikolog Unisba ini, mereka (anak-anak, pelajar dan pemuda) yang mengkonsumsi
barang haram tersebut tentu memiliki alasan tertentu. Biasanya, orang yang
terjerat kasus tindak pidana narkoba disebabkan karena faktor internal dan
eksternal. Tetapi yang paling sering diakibatkan faktor internal, terutama
kondisi psikis.
Selain psikis,
dikatakan Iin, biasanya masalah bagi sesorang yang kurang PD (Percaya Diri),
kondisi orang tua terutama yang broken home, dan kondisi ekonomi
orang tua atau keluarga yang lagi kolap.
“Karena kondisi itu
biasanya sering jadi alasan kenakalan remaja (pemuda atau pelajar),” kata ibu
dua anak ini kepada bantenekpose.com, saat berbincang melalui
telepon selulernya, Rabu (6/2/2019).
Sementara faktor
eksternalnya, menurut guru Bimbingan Konseling (BK) MTsN 1 Kota Serang ini,
lebih kepada faktor teman (pergaulan) baik di lingkungan sekolah, kampus,
maupun di lingkungan sosial masyarakat.
Dirinya mengatakan,
dalam menyikapi persoalan ini maka perlu penyuluhan atau sosialisasi lebih
intensif tentang pencegahan bahaya narkoba terutama dikalangan pelajar,
sekaligus berkoordinasi dengan orang tua untuk menjaga anak-anaknya dan
keluarga dari pengaruh peredaran barang haram tersebut.
Ia menyarankan, selain
sosialisai maka harus memperkuat regulasi dan penegakannya dari semua
stackholder termasuk pihak keamanan, guna memberantas peredaran bahaya narkoba.
“Benteng terakhir,
tetap harus kuat secara spiritual,” saran wanita kelahiran Serang itu
mengakhiri perbincangannya. (emde)
