Satgas TMMD Bersama Warga, Genjot Pembangunan Jalan di Desa Mekarsari Bojong
0 menit baca
BantenEkspose.com - Personil TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD 104 Kodim 0601/Pandeglang menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 3,2 Kilometer (KM) bersama warga Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong untuk merealisasikan target yang telah ditentukan.
Pasi Ter Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Ruiyat mengatakan, ditargetkan seluruh sasaran fisik akan sudah selasai sebelum penutupan TMMD. "Kami juga telah mengerahkan peralatan sebanyak 1 unit Eksavator, 1 unit mobil angkut langsir dan 1 unit Slinder (alat untuk meratakan batu). Sehingga sasaran fisik TMMD tersebut dapat selesai sesuai dengan rencana," ujar Ruiyat, dalam keterangan tertulinya kepada bantenekpose.com, Senin (25/3/2019).
Ruiyat kembali mengatakan, saat ini yang menjadi kendala utama pembangunan jalan yaitu tingginya curah hujan. Sehingga menyebabkan jalan akses droping meterial tidak bisa langsung masuk ke tempat tujuan. "Dikarenakan jalan yang licin dan menurun sehingga material batu diturunkan ditempat yang aman," kata dia.
Meski demikian, pihaknya mengerahkan seluruh personil dan dibantu warga setempat untuk mengangkut batu dengan menggunakan kendaraan kecil melangsir material batu. "Selain kendaraan mobil sebagian dipikul menggunakan karung, bahkan sepeda motor juga digunakan sebagai alat angkut material batu. Agar pembangunan jalan tersebut dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan," tutup Ruiyat. (emde)
Pasi Ter Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Ruiyat mengatakan, ditargetkan seluruh sasaran fisik akan sudah selasai sebelum penutupan TMMD. "Kami juga telah mengerahkan peralatan sebanyak 1 unit Eksavator, 1 unit mobil angkut langsir dan 1 unit Slinder (alat untuk meratakan batu). Sehingga sasaran fisik TMMD tersebut dapat selesai sesuai dengan rencana," ujar Ruiyat, dalam keterangan tertulinya kepada bantenekpose.com, Senin (25/3/2019).
Ruiyat kembali mengatakan, saat ini yang menjadi kendala utama pembangunan jalan yaitu tingginya curah hujan. Sehingga menyebabkan jalan akses droping meterial tidak bisa langsung masuk ke tempat tujuan. "Dikarenakan jalan yang licin dan menurun sehingga material batu diturunkan ditempat yang aman," kata dia.
Meski demikian, pihaknya mengerahkan seluruh personil dan dibantu warga setempat untuk mengangkut batu dengan menggunakan kendaraan kecil melangsir material batu. "Selain kendaraan mobil sebagian dipikul menggunakan karung, bahkan sepeda motor juga digunakan sebagai alat angkut material batu. Agar pembangunan jalan tersebut dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan," tutup Ruiyat. (emde)
