Pengadaan 'Iklan Layanan Sosial' Tanggungjawab Siapa?
0 menit baca

Bantenekspose.com – Ditengah tuntutan transparansi anggaran,
ternyata tidak semua OPD di Provinsi Banten siap untuk bersikap
transparan. Salah satunya di Sekretariat
DPRD Banten, Sub Bag Humas. Kok bisa?
Menyerap informasi, sekitar medio Februari 2019, semua
kegiatan yang di sekretariat DPRD Banten, mekanismenya ke LPSE dulu, baru bisa
dikerjakan setelah ada yang menjadi pemenang pekerjaan, termasuk urusan
advertorial dan iklan layanan masyarakat.
“Semua akan kita daftarkan dulu ke LPSE,” ungkap sumber di
sekretariat DPRD Banten saat itu.
Namun disayangkan, kondisi berbeda justru terjadi di Sub
Bagian Humas, pertengahan bulan Februari 2019 LPSE belum menayangkan kegiatan di
DPRD Banten, ternyata sudah ada pembagian iklan untuk media online. Itupun terkesan ‘umpet-umpetan’, siapa yang
dekat dengan staf khusus di Subag Humas.
Fenomena ini, menurut pengurus Aliansi Jurnalis Banten (AJB)
Suparman, mencederai semangat transparansi. “Itu sudah tidak benar dan perlu
kita pertanyakan,” kata Suparman.
Suparman juga mempertanyakan, mekanisme pengadaan jasa iklan
layanan sosial di Subbag Humas yang selama ini selalu tertutup.
“Saya selalu memantau, di Subbag Humas itu sangat tidak
transparan soal alokasi iklan untuk media, apalagi media online,” ujarnya
Penasaran ada apa sebenarnya? Ternyata dugaan yang selama
ini hampir mendekati kebenaran. Disaat sang CEO, sekretaris dewan
mengampanyekan harus ke LPSE dulu, ternyata dibawah sudah ada praktek bagi-bagi
iklan
Siapa yang menjadi penentu kebijakan ini? Dari staf yang ada
diperoleh informasi bahwa kebijakan itu ada di PPTK. Namun ketika ditanyakan
siapa PPTK dimaksud, tak diperoleh jawaban jelas.
"Mungkin di PPTK,” jawab Fahad dengan singkat.
Kasubag Humas, Ibud Syihabudin, ketika dikonfirmasi masalah
ini tidak menjawab dengan jelas. Bahkan Jum’at (15/03/2019), saat dikonfirmasi
ulang malah tidak mau menjawab soal ini.
“Urang moal ngantor,
sudah izin. Nanti saja,” kata Ibud saat dihubungi melalui pesawat selulernya.
(TiM)