Kadindikbud Kota Serang: Narkoba itu Neraka di Dunia
0 menit baca
BantenEkspose.com - Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap penggunaan bahaya narkoba, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kota Serang, Akhmad Zubaidillah meminta kepala sekolah dan dewan guru agar menidoktrinasisasi para siswa-siswinya sesuai dengan program penguatan pendidikan karakter atau PPK.
Dikatakan Ubed sapaan akrab Zubaidillah, Dindik Kota Serang telah mengeluarkan program penguatan pendidikan karakter atau PPK. Maka kepada kepala sekolah dan dewan guru agar menidoktrinasisasi dan menanamkan program tersebut terhadap siswa-siswinya supaya tidak terjerumus ke dunia negatif. Kata dia, program PPK ini sudah berjalan sekitar 3 tahun.
"Narkoba itu adalah bahaya, dan narkoba itu neraka di dunia," kata Ubed kepada bantenekspose.com, di Kota Serang, Jum'at (22/3/2019) kemarin.
Ubed kembali mengatakan, selama ini langkah-langkah yang telah dilakukan Dindikbud Kota Serang yakni, selalu menyampaikan pesan atau imbauan kepada para kepala sekolah baik negeri maupun swasta agar bisa menjaga pergaulan siswa-siswinya supaya tidak masuk ke arah negatif. Kemudian, mewaspadai dan melakukan pengawasan para pedagang-pedagang yang ada di halaman sekolahnya masing-masing.
"Mungkin saja mereka sudah terkontaminasi oleh para pengedar melalui makanan dan minuman yang didalamnya disisipi narkoba, seperti permen. Saya pesankan kepada guru-guru dan kepala sekolah agar mewaspadai sejak dini dalam rangka pencegahan, kemudian di masyarakatnya juga komite saya sampaikan begitu," ujar Ubed.
Meski demikian, Kadindikbud mengajak kepada pelajar dan masyarakat, mari kita isi pembangunan di Kota Serang ini dengan hal-hal yang positif. Kota Serang ini jauh dari harapan. Oleh karena itu, butuh kontribusi pemikiran, tenaga, waktu, dan perhatian dari semua komponen penduduk Kota Serang untuk bersama-sama "Aje Kendor" dalam mengisi semua aspek pembangunan.
"Pembangunan disini bukan saja membangun jalan, jembatan dan pembangunan sekolah, tetapi SDM (sumber daya manusia) dalam meningkatkan kecerdasan, intelektual. Itu juga bagian dari aspek pembangunan," jelasnya.
"Dengan pihak kepolisian kita selalu berkoordinasi, dengan Polres Serang Kota kita saling sering," tutup Ubed. (emde)
Dikatakan Ubed sapaan akrab Zubaidillah, Dindik Kota Serang telah mengeluarkan program penguatan pendidikan karakter atau PPK. Maka kepada kepala sekolah dan dewan guru agar menidoktrinasisasi dan menanamkan program tersebut terhadap siswa-siswinya supaya tidak terjerumus ke dunia negatif. Kata dia, program PPK ini sudah berjalan sekitar 3 tahun.
"Narkoba itu adalah bahaya, dan narkoba itu neraka di dunia," kata Ubed kepada bantenekspose.com, di Kota Serang, Jum'at (22/3/2019) kemarin.
Ubed kembali mengatakan, selama ini langkah-langkah yang telah dilakukan Dindikbud Kota Serang yakni, selalu menyampaikan pesan atau imbauan kepada para kepala sekolah baik negeri maupun swasta agar bisa menjaga pergaulan siswa-siswinya supaya tidak masuk ke arah negatif. Kemudian, mewaspadai dan melakukan pengawasan para pedagang-pedagang yang ada di halaman sekolahnya masing-masing.
"Mungkin saja mereka sudah terkontaminasi oleh para pengedar melalui makanan dan minuman yang didalamnya disisipi narkoba, seperti permen. Saya pesankan kepada guru-guru dan kepala sekolah agar mewaspadai sejak dini dalam rangka pencegahan, kemudian di masyarakatnya juga komite saya sampaikan begitu," ujar Ubed.
Meski demikian, Kadindikbud mengajak kepada pelajar dan masyarakat, mari kita isi pembangunan di Kota Serang ini dengan hal-hal yang positif. Kota Serang ini jauh dari harapan. Oleh karena itu, butuh kontribusi pemikiran, tenaga, waktu, dan perhatian dari semua komponen penduduk Kota Serang untuk bersama-sama "Aje Kendor" dalam mengisi semua aspek pembangunan.
"Pembangunan disini bukan saja membangun jalan, jembatan dan pembangunan sekolah, tetapi SDM (sumber daya manusia) dalam meningkatkan kecerdasan, intelektual. Itu juga bagian dari aspek pembangunan," jelasnya.
"Dengan pihak kepolisian kita selalu berkoordinasi, dengan Polres Serang Kota kita saling sering," tutup Ubed. (emde)
