NEWS

Dampak Perubahan Iklim Ancam Kesejahteraan Petani, Himagri Untirta Gelar Diskusi Publik

BantenEkspose.com - Melihat kondisi objektif yang dihadapi masyarakat petani dan nelayan tradisional kian terhimpit dengan kehadiran beberapa perusahaan asing. Belum lagi terjepit dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat kecil. 

Soal itu pula, medorong Himpunan Mahasiswa Agiribisnis (Himagri) Universias Suktan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten meyelenggarakan diskusi publik, dengan tajuk "Dampak Perubahan Iklim dan Penyediaan Energi Terhadap Kesejahteraan Petani dan Nelayan", di Aula PKM B Kampus Untirta, Jl. Raya Jakarta, Pakupatan, Kota Serang, Kamis (21/3/2019).

Diskusi kali ini, Himagri menghadirkan narasumber yang kompeten, diantaranya Ketua Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) Mardan Pius Gisting, Ketua Greenpeace Didit Haryo, dan dimoderatori Direktur Saung Tani Institute Agung Fajri, serta menghadirkan perwakilan nelayan Terate Bojonegara, Rohim Ahmad. 

Ketua Himagri Untirta Banten, Gilang Lian Putra menilai, kondisi masyarakat petani maupun nelayan sangat memprihatinkan. Bisa dilihat lahan mereka dialihfungsikan menjadi non produktif, sehingga pekerjaanya dirampas. Lebih miris lagi, hanya segelintir orang saja yang dapat merasakan dampak positif dari pengembangan ataupun pembangunan baik perusahaan-perusahaan asing maupun perusahaan swasta itu sendiri.

"Yang perlu ditekankan disini adalah kebijakan pemerintah serta dorongan dari mahasiswa selaku agent of change dan agent of social control, untuk meluruskan ataupun memunculkan kepermukaan agar kebijakan-kebijakan itu pro terhadap para petani maupun nelayan kecil pun bisa tereralisasikan," kata Gilang kepada bantenekspose.com saat diwawancara seusai kegiatan tersebut.

Aktivis mahasiswa itu kembali mengatakan, dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa bisa mengetahui berbagai macam problematika yang ada di sektor pertanian maupun nelayan, hal itu bisa dilihat dari tingkat kesejahteraannya. Diketahui mahasiswa, hari ini banyak sekali dampak dibidang pertanian yang dapat menyulitkan ataupun meresahkan para petani itu sendiri. 

"Harapannya kita bisa menuntaskan segala bentuk pemasalahan yang ada di pertanian itu sendiri, karena bagaimana pun pertanian ini hidup matinya suatu bangsa. Ketika lahan pertanian sudah tidak ada lagi maka kita akan makan dari mana. Semoga dari hasil diskusi ini bermanfaat untuk mahasiswa, dan informasinya ini bisa kita sebarluaskan ke publik," ucap Gilang.

Sementara itu, Ketua AEER Mardan Pius Gisting merasa optimis dengan diskusi yang diselenggarakan mahasiswa Fakuktas Pertanian Untirta. Apalagi fakultas tersebut yang bersinggungan langsung dengan masa depan petani.

"Antusias peserta diskusi cukup bagus. Kita harapkan ke depan warga di skeitar lokasi PLTU berdiri dan mahasiswa bisa menyuarakan secara efektif, untuk mengubah kebijakan transisi keluar dari bahan fosil dari batu bara ke energi terbarukan," tutur Mardan. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar