Walikota Serang: PKL Stadion Tetap Akan Direlokasi ke Kepandean
0 menit baca
BantenEkspose.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegaskan, kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri tetap akan diperuntukan tempat berolahraga. Meski demikian, PKL Stadion tetap akan direlokasi ke bekas terminal Kepandean.
Walikota Serang, Syafrudin menegaskan, kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri tetap akan dipergunakan untuk masyarakat berolahraga. Jadi PKL tidak ada yang datang (beraktivitas) lagi di stadion. Adapun relokasi yang sedang disiapkan di terminal eks Kepandean, menurut Syafrudin, masyarakat (PKL) harus mensyukuri, dan harus mencoba terlebih dahulu.
"Jadi tetap stadion akan disterilkan dari pedagang kaki lima," tegas Syafrudin, saat dimintai keterangan, seusai launching Serang Siaga 112, di Kota Serang, Senin (11/2/19).
Dikatakan Syafrudin, jika memang tidak ada yang beli (sepi), maka pemerintah akan memecahkan kembali persoalan ini. Lantaran para PKL belum mencoba berjualan disitu (terminal eks Kepandean-red).
"PKL itu kan belum mencoba dagang disitu (Kepandean-red), tapi sudah berbicara sepi," katanya.
Ia mengakui memang PKL dulu pernah berjualan disana (Kepandean-red) tetapi sepi. Namun ia mengatakan itu dulu, berbeda situasi masyarakatnya dengan sekarang. Maka untuk menyiasatinya, apabila sudah ada pedagang di sana (Kepandean-red) akan membuat kegiatan (event), seperti pameran atau yang lainnya. "Yang terpenting sudah ada pegadngnya dulu," imbuhnya.
Syafrudin mengatakan, PKL di Stadion juga tidak difasilitasi baik dari segi bangunan maupun yang lainnya. Namun sekarang disana (Kepandean-red) difasilitasi. Terus logikanya nggak masuk akal, mestinya disini (Stadion-red) bisa membangun sendiri, kenapa tidak disana (Kepandean-red) juga membangun sendiri, mungkin itu lebih bagus. Cari posisi yang lebih tepat apalagi sekarang sedang membangun.
"PKL harus nurut, harus ngertilah ini bukan keinginan kita, temuan BPK. Kemudian kasihan juga sama masyarakat. Saya kira ditempati oleh PKL sekarang itu di Kepandena lebih bagus dari pada menempati Stadion," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang, H. Subadri Usuludin menambahkan, semua masyarakat agar mendukung program pemerintah. Kata dia, toh ini juga keinginan masyarakat banyak dan masyarakat sudah mengapresiasi, karena bisa berolahraga dengan nyaman.
"Itu bukan kesalahan kami, Kepandean juga ditengah kota sama. Sekarang kalau kita ngikutin PKL bisa-bisa di tengah jalan juga dibuat gang. Kalau semerawut lagi, kita nanti dicaci maki masyarakat," pungkasnya. (emde)
Walikota Serang, Syafrudin menegaskan, kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri tetap akan dipergunakan untuk masyarakat berolahraga. Jadi PKL tidak ada yang datang (beraktivitas) lagi di stadion. Adapun relokasi yang sedang disiapkan di terminal eks Kepandean, menurut Syafrudin, masyarakat (PKL) harus mensyukuri, dan harus mencoba terlebih dahulu.
"Jadi tetap stadion akan disterilkan dari pedagang kaki lima," tegas Syafrudin, saat dimintai keterangan, seusai launching Serang Siaga 112, di Kota Serang, Senin (11/2/19).
Dikatakan Syafrudin, jika memang tidak ada yang beli (sepi), maka pemerintah akan memecahkan kembali persoalan ini. Lantaran para PKL belum mencoba berjualan disitu (terminal eks Kepandean-red).
"PKL itu kan belum mencoba dagang disitu (Kepandean-red), tapi sudah berbicara sepi," katanya.
Ia mengakui memang PKL dulu pernah berjualan disana (Kepandean-red) tetapi sepi. Namun ia mengatakan itu dulu, berbeda situasi masyarakatnya dengan sekarang. Maka untuk menyiasatinya, apabila sudah ada pedagang di sana (Kepandean-red) akan membuat kegiatan (event), seperti pameran atau yang lainnya. "Yang terpenting sudah ada pegadngnya dulu," imbuhnya.
Syafrudin mengatakan, PKL di Stadion juga tidak difasilitasi baik dari segi bangunan maupun yang lainnya. Namun sekarang disana (Kepandean-red) difasilitasi. Terus logikanya nggak masuk akal, mestinya disini (Stadion-red) bisa membangun sendiri, kenapa tidak disana (Kepandean-red) juga membangun sendiri, mungkin itu lebih bagus. Cari posisi yang lebih tepat apalagi sekarang sedang membangun.
"PKL harus nurut, harus ngertilah ini bukan keinginan kita, temuan BPK. Kemudian kasihan juga sama masyarakat. Saya kira ditempati oleh PKL sekarang itu di Kepandena lebih bagus dari pada menempati Stadion," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang, H. Subadri Usuludin menambahkan, semua masyarakat agar mendukung program pemerintah. Kata dia, toh ini juga keinginan masyarakat banyak dan masyarakat sudah mengapresiasi, karena bisa berolahraga dengan nyaman.
"Itu bukan kesalahan kami, Kepandean juga ditengah kota sama. Sekarang kalau kita ngikutin PKL bisa-bisa di tengah jalan juga dibuat gang. Kalau semerawut lagi, kita nanti dicaci maki masyarakat," pungkasnya. (emde)
