Orgil Dikirim ke Dinsos, Kabid Resos Pertanyakan Fungsi Dinkes Kota Serang
0 menit baca
BantenEkspose.com – Kabid Rehabilitasi dan Sosial (Resos) pada Dinas Sosial (Dinsos) H. Mustofa mempertanyakan, fungsi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang. Ia mengakui, selama ini ketika ada orang gila (Orgil) di jalanan tanpa identitas, namun tiba-tiba langsung dikirim ke Dinas yang di dudukinya.
Menurut Mustofa, seyogyanya masuk Dinkes terlebih dahulu, lalu diberikan pengobatan (disuntik), ketika sudah sembuh baru masuk ke ranah Dinsos.
“Ini mah ada orang gila tidak dikenal sama sekali, ujug-ujug masukan ke Dinsos. Enak aja! Terus fungsi Dinkes dimana?,” kata Mustofa kepada bantenekspose.com saat ditemui di kantornya, Senin (25/2/19).
Dikatakan Mustofa, selama ini tahunya orang-orang (OPD-red) Dinsos saja. Kemudian Polisi juga keliling bawa orang gila ke sini (Dinsos-red). Menurutnya, prosedur yang seperti itu salah.
“Seharusnya mah, disuntik dulu, disembuhkan dulu, dirawat dulu. Baru sudah sembuh serahkan ke kita. Kita yang akan memberika keterampilan. Ini mah murni yang orang gila beneran dikirim ke kita (Dinsos-red) fungsi Dinkes itu dimana? Kesehatannya kan nggak ada,” kata dia.
Mustofa kembali mengatakan, selama ini sepenuhnya diberikan ke Dinsos kebanyakan pertanggungjawabannya. Ia menyebutkan, saat ini belum ada RSC (Rumah Sakit Cinta), tetapi baru ada juga rumah sakit perawatan. Itu pun menangani korban yang berhubungan ODGJ namun bentuknya kerjasama dengan panti asuhan milik swasta di Sawah Luhur.
“Kalau mau disembukan ya silahkan, cuma kita yang merekom. Kalau untuk penyembuhan datang masing-masing keluarga. Ini mah murni yang tidak punya keluarga sama sekali, tidak punya identitas sama sekali langsung dikirim ke sana (Sawah Luhur-red) merepotkan kita sebetulnya mah,” ungkapnya. (emde)
