Dana Bansos PKH untuk Pelajar SMA Meningkat 2 Kali Lipat
0 menit baca
![]() |
| Kasubdit Validasi Data dan Terminasi KemenSos, M. Slamet Santoso: "...2019 dana bansos alami peningkatan dua kali lipat. (foto: emde-BE) |
Kasubdit Validasi Data dan Terminasi Kementrian Sosial RI, M. Slamet Santoso mengatakan, pada 2019 dana bantuan sosial (Bansos) mengalami peningkatan dua kali lipat. Menurutnya, namun peningkatakan ini dari komponennya bukan bantuannya. Sementara pada 2018 lalu bantuan (bansos) yaitu Rp. 1.890 ribu.
Dikatakan Slamet, tahun 2018 komponen bantuan pendidikan SD itu Rp. 450 ribu sekarang naik menjadi 100 persen. Jadi, Rp. 900 ribu. Kemudian anak SMP naik menjadi Rp. 1.500 ribu, sementara anak SMA naik menjadi Rp. 2 juta yang awalnya untuk anak SMA itu Rp. 750 ribu, dan SMP Rp. 1 juta.
"Untuk SMA naik menjadi dua kali lipat," kata Slamet saat diwawancara seusai menghadiri kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Satuan Tugas Daerah Pengamanan dan Penegakan Hukum (Satgasda PAM dan Gakkum) Hibah dan Bansos APBN Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jumat (1/1/19).
Sementara, sambung Slamet, untuk komponen kesehatan pun mengalami peningkatan dari Rp. 1.200 ribu menjadi Rp. 1.400 ribu. Kata dia, dana bantuan tahun ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.
"Untuk anak balita dan hamil yang awalnya Rp. 1.200 ribu naik menjadi Rp. 1.400 ribu. Disitu kenaikannya dua kali lipat. Jadi lebih lebih besar sekarang," imbuhnya.
Ia menjelaskan, faktor naikannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama guna menciptakan generasi sehat dan generasi cerdas. Karena dengan uang yang hanya Rp. 1.890 ribu untuk memberi makanan yang bergizi itu sudah sangat kompetitif harganya, sebab adanya kenaikan harga dan lain sebagainya.
"Jadi, otomatis mereka sangat terbatas, dengan diharapkan dengan uang ini maka minimal 1 minggu sekali membeli makanan yang bergizi. Bisa juga memberikan stimulan yang lainnya untuk biaya sekolah dan kebutuhan sekolah. Namun tahun lalu, jika sudah dibelikan untuk kebutuhan sekolah yang lainnya sudah tidak bisa lagi," jelasnya.
Ia berharap, dengan kehadiran Satgasda ini diperlukan ketika pemanfaatan uang bantuan sosial jangan sampai disalahgunakan. Ia memastikan para penerima manfaat dapat memanfaatkan uangnya untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan usahanya.
"Masyarakat miskin itu ketika punya usaha biasanya modalnya tidak besar, maka ketika mereka kurang modal bisa memanfaatkan bantuan dana ini untuk menambah modal," harapnya.
![]() |
| Budi Darma S, Kasi Jamsos Keluarga: besaran bantuan PKH akan ditingkatkan sekitar 59 triliun, secara nasional. (Foto: emde-BE) |
"Makanya perlu pengawalan dan pengamanan agar proses penyalurannya bisa berjalan lancar, tepat sasaran, tepat penggunaan dan tepat jumlah," kata Budi.
Budi juga mengatakan, komponennya akan meningkat contohnya saja disabilitas. Keluarga penerima manfaat ada yang disabilitas berat itu Rp. 2.200.000 ribu indeksnya. Jadi kalau ada anak SMA-nya disitu itu Rp. 2 juta komponennya.
"Jadi contohnya satu keluarga itu ada disabilitas dan anak SMA, berarti Rp. 2.400.000 tambah Rp. 2 juta. Jadi 1 tahun tersebut berhak dapat Rp. 4.400.000 ribu dibagi 4 kali penyaluran," terangnya. (Emde)

