NEWS

Tokoh Agama Gelar Deklarasi Tolak Radikalisme dan Terorisme, Begini Kata Prof Nasarudin Umar

BantenEkspose.com - Para tokoh agama atau mubaligh se - Kabupaten Tangerang, hari ini mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk terorisme dan radikalisme, di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang, Rabu (23/1/19). 

Selain menolak radikalisme dan terorisme, 500-an ulama itu juga menyatakan menolak hoaks dan ujaran kebencian, serta politisasi dan provokasi di tempat ibadah.

"Mendukung langkah-langkah pemerintah dan aparat hukum memberantas hoaks dan ujaran kebencian," kata para mubaligh itu secara serempak.

Imam Besar Mesjid Istiqlal Profesor Nasarudin Umar mengatakan, paham radikal dapat muncul saat ada klaim kebenaran secara mutlak. Kata dia, ada sekelompok orang yang selalu menyalahkan orang lain dan tidak pernah menyalahkan diri sendiri. 

"Untuk itu, dibutuhkan orang-orang arif yang tidak selalu merasa benar sehingga dapat melaksanakan dakwah dengan santun," kata Nasarudin dalam pemaparannya.

Menurut Nasarudi, meski Indonesia sebuah negara dengan Pancasila namun kerukunannya menjadi pujian dunia. ada beberapa negara yang berlabel negara Islam justru hampir sepanjang waktu terjadi pertikaian. Untuk itu, kata Nasarudin, kita patut bersyukur menjadi warga negara Indonesia. 

"Saat ini, umat Islam Indonesia menjadi idola negara lain," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, semua orang dengan berbagai latar belakang berpotensi terpapar paham radikal. Menurutnya, orang dari kalangan apa pun dan profesi apa pun dapat terjerumus ke dalam gerakan terorisme. 

"Radikalisme dan terorisme dapat terkena kepada siapa saja, tua, muda, bahkan anak-anak, lelaki ataupun perempuan. Untuk itu kita harus selalu waspada dan menjaga diri serta keluarga kita," ungkapnya.

Suhardi menambahkan, penyebaran radikalisme dan terorisme kian masif terutama di media sosial. Berbagai konten seperti tulisan, gambar, audio, dan audio visual tentang propaganda terorisme bertebaran di media sosial. 

"Bila tidak bijak, generasi muda khususnya sebagai pengakses media sosial dapat terpapar paham radikal dan masuk ke dalam gerakan terorisme," pungkasnya. (Bidhum/Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar