Tim Gabungan Kesulitan Evakuasi, Dua Korban Longsor TPSA Cilowong Belum Ditemukan
0 menit baca
BantenEkspose.com - Dua warga korban longsoran tanah belum ditemukan, di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong Kecamatan Takatakan Kota Serang. Hal ini menyebabkan Tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas masih kesulitan melakuakan evakuasi.
Dikatakan Komandan Kodim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo, berdasarkan laporan dua orang korban sampai saat ini belum bisa ditemukan atau dievakuasi.
"Tim gabungan kesulitan melaksanakan evakuasi karena terjadi patahan-patahan tanah, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan," ujarnya kepada awak media di lokasi, Rabu (2/1/19).
Harry menuturkan, saat ini dua alat berat yang diturunkan dihentikan operasinya. Dia berharap cuaca bisa bersahabat sehingga tim bisa menemukan korban secepatnya.
"Tim penyelamat tetap jaga keamanan dan pantau situasi, kalau sudah mendung segera menyelamatkan diri. Kita tidak ingin niatnya menolong kemudian malah menjadi korban," imbuhnya.
Kepala Kantor SAR Banten, Zaenal Arifin menerangkan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi diantaranya karena material jutaan kubik. Jadi ini salah satu kesulitannya, namun tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pencarian.
"Saat ini untuk sementara alat berat ada dua unit yang diturunkan dan 10 anggota. Untuk pencarian kita usahakan secepatnya, yang jelas SOP kami tujuh hari namun kita berupaya untuk mempercepat proses ini," terangnya.
Zaenal menambahkan, karena ini daerah rentuhan atau daerah longsoran tentunya proses evakuasi harus memperhatikan situasi dari area ini sendiri.
"Yang jelas tim gabungan sudah melakukan assessment, sudah melakukan penggalian-penggalian di sektor yang terdampak. Kita upayakan pencarian dengan semaksimal mungkin namun tetap memperhatikan cuaca takut ada longsoran-longsoran susulan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Dua orang warga Kampung Cikoak, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota serang, yang saat itu sedang membuang sampah di TPSA Cilowong tertimbun longsoran sampah. Kedua warga tersebut bernama Jemah (45) dan Ida (42).
Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afandi saat dikonfirmasi mengatakan kedua korban tersebut sempat berteriak ketikan melihat gundukan tanah yang bergerak dan sempat memperingati saudara Dodi (korban selamat).
Dari keterangan Dodi, dikatakan Kapolres, tidak lama setelah Jemah dan Ida memberitahukan bahwa ada tanah yang bergerak, kemudian terjadi longsor yang mengakibatkan sodara dodi sempat terkubur longsoran sebatas dada manusia. (emde)
Dikatakan Komandan Kodim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo, berdasarkan laporan dua orang korban sampai saat ini belum bisa ditemukan atau dievakuasi.
"Tim gabungan kesulitan melaksanakan evakuasi karena terjadi patahan-patahan tanah, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan," ujarnya kepada awak media di lokasi, Rabu (2/1/19).
Harry menuturkan, saat ini dua alat berat yang diturunkan dihentikan operasinya. Dia berharap cuaca bisa bersahabat sehingga tim bisa menemukan korban secepatnya.
"Tim penyelamat tetap jaga keamanan dan pantau situasi, kalau sudah mendung segera menyelamatkan diri. Kita tidak ingin niatnya menolong kemudian malah menjadi korban," imbuhnya.
Kepala Kantor SAR Banten, Zaenal Arifin menerangkan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi diantaranya karena material jutaan kubik. Jadi ini salah satu kesulitannya, namun tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pencarian.
"Saat ini untuk sementara alat berat ada dua unit yang diturunkan dan 10 anggota. Untuk pencarian kita usahakan secepatnya, yang jelas SOP kami tujuh hari namun kita berupaya untuk mempercepat proses ini," terangnya.
Zaenal menambahkan, karena ini daerah rentuhan atau daerah longsoran tentunya proses evakuasi harus memperhatikan situasi dari area ini sendiri.
"Yang jelas tim gabungan sudah melakukan assessment, sudah melakukan penggalian-penggalian di sektor yang terdampak. Kita upayakan pencarian dengan semaksimal mungkin namun tetap memperhatikan cuaca takut ada longsoran-longsoran susulan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Dua orang warga Kampung Cikoak, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota serang, yang saat itu sedang membuang sampah di TPSA Cilowong tertimbun longsoran sampah. Kedua warga tersebut bernama Jemah (45) dan Ida (42).
Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afandi saat dikonfirmasi mengatakan kedua korban tersebut sempat berteriak ketikan melihat gundukan tanah yang bergerak dan sempat memperingati saudara Dodi (korban selamat).
Dari keterangan Dodi, dikatakan Kapolres, tidak lama setelah Jemah dan Ida memberitahukan bahwa ada tanah yang bergerak, kemudian terjadi longsor yang mengakibatkan sodara dodi sempat terkubur longsoran sebatas dada manusia. (emde)
