Polsek Puloampel Gencar Sosislisasi Cegah Kekerasan Pada Anak
0 menit baca
BantenEkspose.com - Upaya mencegah terjadinya kekerasan pada anak di sekolah, Polsek Puloampel bekerjasama dengan BP3AKB kota Cilegon melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, di Kantor Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Rabu (23/1/19).
Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, melalui Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel, Brigadir Faisal N mengatakan, dalam sosialisasi ini pencegahan kekerasan anak yang kerap kali terjadi di lingkungan sekolah. Meski demikian, diharapkan dengan sosialisasi ini dapat mengurangi angka kekerasan anak yang ada di Indonesia.
“Sosialisasi seperti ini sangatlah penting dalam upaya mendukung dan menjadikan sekolah ramah anak. Di Kota Cilegon banyak sekolah yang belum tentu mudah untuk melakukan penataan dan pemberdayaan sekolah,” ujar Faisal.
Faisal menuturkan, dengan langkah sosialisasi ini semoga dapat menjadikan suatu pemberian pembinaaan dan kegiatan yang mencegah terjadi tindakan kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah.
"Kita melakukan ini karena kita sudah sampling dan melihat kondisi di lapangan, sehingga dengan hal itu mudah-mudahan tidak terjadi lagi pelecehan anak dan kekerasan anak," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta peran sekolah untuk memberikan sanksi-sanksi yang sesuai kasusnya, jangan sampai sanksi tersebut menghambat siswa-siswa terhadap dalam masalah pendidikannya.
"Kita juga harus lihat bagaimana kasusnya, kita berikan sanksi yang sesuai. Jangan sampai dikeluarkan dari sekolah karena mereka kan juga punya hak untuk sekolah, makanya hari ini kita lakukan sosialisasi bagaimana mengantasi tindakan seperti ini ke depannya," tutup dia. (Bidhum/Emde)
Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, melalui Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel, Brigadir Faisal N mengatakan, dalam sosialisasi ini pencegahan kekerasan anak yang kerap kali terjadi di lingkungan sekolah. Meski demikian, diharapkan dengan sosialisasi ini dapat mengurangi angka kekerasan anak yang ada di Indonesia.
“Sosialisasi seperti ini sangatlah penting dalam upaya mendukung dan menjadikan sekolah ramah anak. Di Kota Cilegon banyak sekolah yang belum tentu mudah untuk melakukan penataan dan pemberdayaan sekolah,” ujar Faisal.
Faisal menuturkan, dengan langkah sosialisasi ini semoga dapat menjadikan suatu pemberian pembinaaan dan kegiatan yang mencegah terjadi tindakan kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah.
"Kita melakukan ini karena kita sudah sampling dan melihat kondisi di lapangan, sehingga dengan hal itu mudah-mudahan tidak terjadi lagi pelecehan anak dan kekerasan anak," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta peran sekolah untuk memberikan sanksi-sanksi yang sesuai kasusnya, jangan sampai sanksi tersebut menghambat siswa-siswa terhadap dalam masalah pendidikannya.
"Kita juga harus lihat bagaimana kasusnya, kita berikan sanksi yang sesuai. Jangan sampai dikeluarkan dari sekolah karena mereka kan juga punya hak untuk sekolah, makanya hari ini kita lakukan sosialisasi bagaimana mengantasi tindakan seperti ini ke depannya," tutup dia. (Bidhum/Emde)
